REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk bijak berinvestasi dengan mengutamakan aspek legalitas dan keamanan. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, di Kantor Gubernur Sumut, Kamis, dalam rangkaian peringatan Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Timur Tumanggor menekankan agar para ASN tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar secara instan tanpa memperhitungkan risiko yang menyertainya. Ia mengingatkan pentingnya memilih produk investasi yang legal, resmi terdaftar, dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“ASN jangan mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar secara instan tanpa memperhitungkan risiko,” ujar Timur Tumanggor. Menurutnya, ASN memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah sehingga wajib memiliki pengelolaan keuangan yang baik.
Kelola Gaji dengan Perencanaan Matang
Lebih lanjut, Timur menjelaskan bahwa gaji yang diterima setiap bulan harus dikelola dengan bijak, bukan hanya dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Ia mendorong ASN untuk mengelola penghasilan melalui perencanaan anggaran dan disiplin keuangan yang ketat, termasuk mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Investasi yang dilakukan pun harus berlandaskan pada pengetahuan yang memadai, sikap kehati-hatian, serta berorientasi pada tujuan jangka panjang. Selain berinvestasi, ASN juga diminta untuk membangun ketahanan keuangan keluarga.
Hal ini mencakup penyiapan dana darurat, biaya pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, serta perencanaan masa pensiun yang matang. “Kesejahteraan keluarga tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga bagaimana penghasilan itu dikelola dengan baik. ASN yang sejahtera secara finansial akan bekerja lebih tenang, produktif, profesional, dan berintegritas,” kata Timur.
Tingkatkan Literasi Keuangan ASN
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Evan Botung Daulay, menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2026 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan di kalangan ASN. Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sumut menghadirkan narasumber dari berbagai perbankan dan lembaga keuangan.
Beberapa di antaranya adalah Bank Sumut, Pegadaian, Mandiri Sekuritas, serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara. “Melalui sinergi bersama OJK, Bank Indonesia, dan lembaga keuangan, kami berharap momentum Bulan Inklusi Keuangan 2026 dapat meningkatkan literasi dan perubahan perilaku keuangan ASN,” ujar Evan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara