Nasional

Pengusaha Kalbar Hibahkan Teknologi Prediksi Karhutla Hingga 24 Bulan

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan yang masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kalimantan Barat...

27 Agustus 2026, pukul 12:15 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan yang masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan indikasi luas lahan terbakar paling besar, disusul Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan di Kalimantan Barat terdeteksi 2.610 hotspot dan 64 titik api atau firespot. Indikasi luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 38.310 hektare dengan jarak pandang di sejumlah wilayah dilaporkan kurang dari satu kilometer.

Baca Juga

"Hingga saat ini, kami menyampaikan di Kalimantan Barat bahwa hotspot yang ditemukan yang dilaporkan kepada kami ada 2.610 hotspot," kata Berton dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui kanal YouTube BNPB, Rabu (26/8/2026).

"Sedangkan firespot atau titik api sebesar 64 titik. Indikasi kebakaran seluas 38.310 hektare lebih. Jarak pandang sekitar di bawah 1 km," ujarnya menambahkan.

Berton mengatakan hujan telah turun di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat sejak Selasa (25/8). Hujan tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan sebagai salah satu upaya penanganan karhutla.

Sementara itu, BNPB mencatat 2.110 hotspot di Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, terdapat 55 firespot dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 7.634 hektare, sementara jarak pandang di wilayah tersebut masih berada dalam kondisi normal, yakni lebih dari 10 kilometer.

"Di Kalimantan Tengah, kami menemukan adanya 2.110 titik hotspot, sedangkan untuk firespot atau titik api sebesar 55 titik. Indikasi lahan yang terbakar sebesar 7.634 hektare lebih. Jarak pandang normal di atas 10 km," kata Berton.

Di Kalimantan Selatan, BNPB mendeteksi 817 hotspot dan 1.995 firespot. Indikasi luas lahan terbakar di provinsi tersebut mencapai lebih dari 9.605 hektare, sedangkan jarak pandang dilaporkan masih di atas sembilan kilometer.

Data tersebut menunjukkan penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan pemadaman ketika kebakaran telah terjadi, tetapi juga penguatan upaya pencegahan dan mitigasi. Pendekatan berbasis data dinilai dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan mengidentifikasi wilayah yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

Salah satu upaya penguatan pencegahan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pengusaha dan pengembang teknologi asal Kalimantan Barat, Hajon Mahdy, melalui Hotama Technologies mengembangkan sistem berbasis AI untuk membantu memetakan sekaligus memprediksi risiko karhutla.

Sistem tersebut dirancang menggunakan pendekatan predictive analytics dengan mengolah berbagai variabel dan data untuk menghasilkan pemetaan tingkat risiko karhutla dalam periode tertentu. Teknologi itu diproyeksikan mampu memberikan gambaran risiko hingga 24 bulan ke depan sebagai informasi pendukung bagi pengambilan keputusan.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait