REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Pengelolaan lingkungan menjadi salah satu indikator yang semakin diperhatikan dalam operasional pembangkit listrik di tengah tuntutan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Kinerja tersebut turut menjadi dasar penilaian dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup.
PT PLN Indonesia Power UBP Jeranjang meraih penghargaan PROPER Hijau 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang dinilai melampaui kepatuhan dasar, termasuk melalui efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), serta program pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga- ESDM Bantah Pemadaman Listrik karena Stok Batu Bara Menipis
- Bekasi, Bogor, dan Denpasar Jadi Lokasi Awal Proyek Sampah Jadi Listrik
Penghargaan itu mendapat apresiasi dari Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di Lombok Tengah.
Dalam beberapa tahun terakhir, UBP Jeranjang menjalankan sejumlah program yang mencakup efisiensi penggunaan energi dan air, pengurangan emisi, serta pemanfaatan FABA untuk mendukung ekonomi sirkular. Perusahaan juga mengembangkan program sosial berbasis lingkungan yang melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan. Selain berfokus pada keandalan pasokan listrik, sektor pembangkitan juga menghadapi tuntutan untuk menekan dampak lingkungan dan meningkatkan manfaat sosial bagi masyarakat.
Assistant Manager Administrasi PLN Indonesia Power UBP Jeranjang, Teguh Budiyanto, mengatakan, PROPER Hijau bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi indikator bahwa upaya pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional, serta program pemberdayaan masyarakat yang kami jalankan telah memberikan dampak nyata.
“Kami meyakini bahwa penyediaan listrik yang andal harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata dia, Jumat (12/6/2026).
Menurut Teguh, perusahaan akan terus memperkuat berbagai inovasi lingkungan, termasuk pemanfaatan FABA, peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan emisi, serta program sosial yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.
“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya menciptakan nilai bagi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Penerapan prinsip keberlanjutan di sektor ketenagalistrikan diperkirakan akan semakin menjadi perhatian seiring target penurunan emisi nasional dan agenda transisi energi. Pengelolaan sumber daya, pengurangan limbah, dan keterlibatan masyarakat menjadi aspek yang semakin diperhitungkan dalam operasional pembangkit listrik.
Ikuti Whatsapp Channel Republika