Nasional

PM Anwar Ibrahim: Intelijen Israel di Negara Tetangga Mengancam Malaysia

KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menilai keberadaan badan intelijen asing, termasuk Israel yang beroperasi di negara-negara tetangga berpotensi menjadi ancaman bagi Malaysia. Anwar menyampaikan hal itu di...

3 November 2026, pukul 06:55 WIB · dibaca 0 kali

KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menilai keberadaan badan intelijen asing, termasuk Israel yang beroperasi di negara-negara tetangga berpotensi menjadi ancaman bagi Malaysia.

Anwar menyampaikan hal itu di hadapan Parlemen Malaysia pada Selasa saat menjelaskan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi ancaman terhadap negara di tengah perkembangan geopolitik global.

Baca Juga

“Ancaman juga mencakup sejumlah badan intelijen asing, termasuk Israel yang beroperasi di negara-negara tetangga serta permukiman Israel di Phuket dan Thailand selatan, yang kemudian dipandang oleh badan intelijen kita sebagai potensi ancaman bagi negara,” kata Anwar.

Dia mengatakan, Malaysia secara umum tengah mengkaji implikasi serangan siber terhadap keamanan nasional. Malaysia juga melihat dampak serangan terhadap negara-negara Teluk, khususnya Iran, terhadap kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Menurut Anwar, pada Senin (2/11), Dewan Keamanan Nasional Malaysia menggelar pertemuan khusus untuk mengkaji dampak serangan hibrida, digital, dan siber di berbagai belahan dunia.

Pertemuan itu juga membahas apakah ancaman dan serangan terhadap sejumlah negara Teluk, terutama Iran, dapat berdampak pada penggunaan senjata nuklir.

Anwar mengatakan pemerintah turut mengkaji sejauh mana perkembangan politik di Eropa dapat memengaruhi sistem administrasi nasional Malaysia.

Pemerintah Malaysia juga mencermati langkah sejumlah negara, seperti Uni Eropa, Kanada, dan Jepang, yang mengeluarkan instruksi dan imbauan kepada warga untuk menyiapkan persediaan makanan selama tiga hingga 10 hari guna mengantisipasi situasi global.

Menurut Anwar, langkah tersebut dilakukan terutama setelah serangan siber berskala besar yang merusak infrastruktur digital di Eropa dan negara-negara Barat, termasuk sistem administrasi.

Di Belgia, kata Anwar, serangan siber memaksa Kementerian Keuangan menutup portal pajak nasionalnya sepenuhnya.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait