JAKARTA -- Cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta hingga September 2026 baru mencapai 83,59 persen. Untuk mengejar target cakupan 100 persen pada 2029, PAM Jaya melibatkan perangkat RT, RW, dan unsur masyarakat dalam memperluas sambungan pelanggan.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, perangkat warga memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyosialisasikan layanan sekaligus menjangkau calon pelanggan baru.
Baca Juga
"Upaya menghadirkan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan bagi seluruh warga Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Perangkat warga memiliki peran penting karena dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan di lapangan," kata Arief melalui keterangannya, Senin (2/11/2026).
Sebagai bentuk apresiasi, PAM Jaya memberikan penghargaan kepada 52 perwakilan dari 15 kelurahan yang berkontribusi dalam penambahan sambungan baru sepanjang Januari-Desember 2025. Penerima apresiasi terdiri atas ketua RT, ketua RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan Dasawisma.
Wilayah Pulogebang, Jakarta Timur, menerima apresiasi dengan nilai tertinggi sebesar Rp 100 juta. Arief mengatakan kontribusi perangkat warga diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air perpipaan.
"Kami mengapresiasi setiap kontribusi yang telah diberikan untuk bersama-sama memperluas akses air berkualitas bagi warga Jakarta," kata Arief.
Hingga September 2026, PAM Jaya melayani 1.214.635 pelanggan dengan jaringan perpipaan sepanjang 13.089 kilometer. Kapasitas produksi air perusahaan tercatat 23.422 liter per detik.
Dengan cakupan layanan yang masih 16,41 persen di bawah target, perluasan jaringan dan penambahan sambungan rumah menjadi pekerjaan utama PAM Jaya dalam tiga tahun ke depan. Pencapaian target 2029 juga bergantung pada kemampuan perusahaan menjangkau wilayah yang belum terlayani serta kesiapan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan air warga.
Ikuti Whatsapp Channel Republika