REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA, – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mengamankan satu orang yang diduga membawa senjata tajam (sajam) dalam insiden kericuhan Malioboro pada Rabu (28/10) malam. Penangkapan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di tengah aksi massa yang berujung anarkistis.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyatakan bahwa proses identifikasi dan pendataan terhadap seluruh orang yang diamankan masih terus berlangsung.
"Jadi sekali lagi, kami mengamankan satu orang yang membawa senjata tajam," kata Ihsan saat ditemui di Gedung DPRD DIY, lokasi aksi demonstrasi, Rabu (28/10) malam.
Mayoritas Perusuh Konsumsi Minuman Keras
Selain mengamankan pembawa sajam, polisi juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pelaku yang diamankan. Hasil pemeriksaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) serta petugas kesehatan mengungkap fakta mengejutkan.
"Kemudian ada juga yang memang dari pengecekan baik dari Biddokkes maupun dari kesehatan kami, sebagian besar mengonsumsi minuman keras, seperti itu," ujar Ihsan.
Hingga saat ini, Polda DIY belum dapat merilis data lengkap mengenai jumlah total dan latar belakang para pelaku. Proses identifikasi untuk memastikan identitas dan asal mereka masih dilakukan secara intensif.
"Untuk data lengkapnya, ini masih kita terus lakukan pendataan ya. Kita lakukan identifikasi, nanti besok bisa kita update ya," jelasnya.
Fasilitas Umum dan ATM Dirusak
Aksi brutal massa tidak hanya sebatas melempar petasan, kembang api, dan batu. Menurut Ihsan, para perusuh juga membakar sejumlah benda yang dapat memicu kebakaran lebih luas.
"Ya, mereka tidak hanya melempar petasan, kembang api, melempar batu, tetapi juga membakar apa yang bisa dibakar ya. Tapi kami dengan sigap bisa memadamkan sehingga tidak meluas," tegasnya.
Kericuhan ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan properti milik pedagang di sekitar kawasan Malioboro. Beberapa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga menjadi sasaran perusakan.
"Pedagang yang ada di seputaran Malioboro ya, itu banyak yang rusak, termasuk juga ada ATM dan sebagainya itu dirusak oleh massa yang tidak dikenal ini," katanya.
Di sisi lain, sejumlah personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka, terutama akibat lemparan benda keras dari massa. Para anggota yang terluka saat ini masih menjalani perawatan dan pendataan lebih lanjut.
"Sampai dengan saat ini masih kami datakan ya, yang pasti ada anggota kami yang mengalami luka ya, terutama luka lemparan ya," ujar Ihsan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara