Nasional

Pramono soal Wacana Transjabodetabek Rute Blok M-Bandung: Tenang Saja

Gubernur DKI Pramono Anung membuka peluang konektivitas Transjabodetabek dari Blok M. Bahkan, sambungnya, tak menutup kemungkinan Blok M-Bandung.

23 Oktober 2026, pukul 06:45 WIB · dibaca 1 kali

Nasional Peristiwa Pramono soal Wacana Transjabodetabek Rute Blok M-Bandung: Tenang Saja CNN Indonesia Jumat, 23 Okt 2026 13:45 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di acara The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (23/10). (CNN Indonesia/Moureen Nathalia) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka peluang untuk memperluas konektivitas dan layanan Transjabodetabek dari Blok M, Jakarta Selatan hingga ke ibu kota provinsi Jawa Barat (Jabar) yaitu Bandung.

Sebelumnya, konektivitas layanan Transjabodetabek itu sudah menyasar sejumlah kota Jawa Barat yang menyangga DKI yakni Depok, Bogor, dan Bekasi.

Pramono menilai kawasan Blok M merupakan salah satu percontohan terbaik karena telah menjelma menjadi salah satu destinasi terpopuler di Jakarta, khususnya bagi generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saking populernya, masyarakat kerap menjulukinya sebagai 'Negara Blok M'. Bahkan ada kelakar bahwa saat ini rute transportasi publik menghubungkan Blok M ke mana saja: dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Bekasi, dan kelak barangkali Blok M ke Bandung. Tenang saja, semuanya terhubung melalui Transjabodetabek," kata Pramono dalam sambutan di The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE 2026), Jakarta, Jumat (23/10) dikutip dari Antara.

Pilihan Redaksi

Menurut Pramono, kawasan Blok M kian populer berkat adanya aneka kuliner, panggung musik dan geliat bisnis lokal di sana.

Blok M juga telah terintegrasi langsung dengan jaringan MRT dan Transjakarta, sehingga mempermudah akses dan mobilitas masyarakat.

"Ini adalah bukti nyata bagaimana transportasi publik dan aktivitas kreatif dapat saling menguatkan," ucap Pramono.

Sebelumnya, Pramono mempertimbangkan untuk meningkatkan konektivitas Transjabodetabek agar semakin meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta.

Kini, jumlah penumpang transportasi publik di DKI Jakarta meningkat 10,8 persen hingga September 2026.

Ia menilai hal ini terjadi karena perbaikan kualitas transportasi terutama Transjabodetabek yang semakin baik.

Pramono memaparkan pengguna Transjabodetabek juga terus meningkat, salah satunya rute Blok M-Bogor yang dulunya ditargetkan 2.000 pengguna, kini rata-rata sudah hampir 10.000 pengguna.

Pramono berharap kepercayaan publik terhadap transportasi yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap terjaga.

Dengan demikian, angka pengguna transportasi umum di Jakarta diharapkan dapat terus meningkat.

Lihat Juga :Transjakarta Laut Dinilai Permudah Mobilitas Warga Kepulauan Seribu

(antara/kid) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait