REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI --Langkah Presiden UEA Mohamed bin Zayed untuk menjalin komunikasi langsung dengan Raja Salman dari Arab Saudi—yang sudah lanjut usia—dipandang oleh para diplomat AS dan Arab sebagai upaya untuk melangkahi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Sejumlah media Arab Saudi dan UEA melaporkan pada Senin bahwa pemimpin UEA tersebut mengirimkan surat tulisan tangan kepada Raja Salman, yang kini berusia 90 tahun.
Baca Juga- Waketum Golkar Ingatkan Ketum Projo Budi Arie Jangan Sampai Ucapannya Jadi Senjata Makan Tuan
- Kepala BIN Dorong Penguatan Kebijakan Intelijen di Era Digital
- Unggah Ajakan 'Kepung DPR' Pria di Bekasi Ditangkap Polisi, Begini Profil Pelaku
Situs berita Arab Saudi melaporkan bahwa surat itu membahas status hubungan antara kedua negara tetangga di kawasan Teluk tersebut.
Sementara kantor berita resmi UEA, WAM dilansir MEE menyebutkan bahwa surat itu berisi undangan pribadi untuk mengunjungi Abu Dhabi guna menghadiri konferensi air yang disponsori PBB pada Desember.
Para pengamat kawasan Teluk menilai surat tersebut mencerminkan hubungan yang sensitif antara putra mahkota Arab Saudi dan mitranya dari UEA.
"Pihak UEA merasa tidak punya pilihan lain selain langsung menghubungi pimpinan tertinggi," ujar seorang pejabat Barat yang mengetahui masalah tersebut kepada Middle East Eye.
"MBS tidak akan senang dengan pendekatan ini," katanya menambahkan merujuk pada sang pangeran yang lebih dikenal dengan inisial namanya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika