Nasional

Produksi Ikan di Bandung Barat Turun, Dispernakan Ungkap Penyebabnya

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Produksi ikan dari keramba jaring apung (KJA) Waduk Saguling dan Cirata, serta kolam darat di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menurun. Menyusutnya air akibat kemarau...

14 Oktober 2026, pukul 11:29 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Produksi ikan dari keramba jaring apung (KJA) Waduk Saguling dan Cirata, serta kolam darat di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menurun. Menyusutnya air akibat kemarau panjang diduga menjadi biang keroknya. 

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, produksi ikan dari Januari-Agustus 2026 mencapai 28.748 ton. Jumlah itu menurun dibandingkan capaian diperiode yang sama tahun 2025 yang mencapai 38.296 ton. 

"Produksi ikan di KBB sampai triwulan III 2026 mengalami penurunan. Sampai bulan Agustus produksi ikan sekitar 28.748 ton dari target 29.648 ton pada bulan Agustus 2026," kata Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026). 

Menurutnya, menurunya produksi ikan baik di KJA yang berada di Waduk Saguling dan Cirata hingga kolam dikarenakan kemarau panjang yang sangat. Sebab, kemarau panjang membuat sumber air, sungai, kolam maupun waduk menurun. 

"Kalau ketersediaan air terus menurun, otomatis ruang untuk kegiatan budidaya juga terbatas. Kondisi ini pada akhirnya berpengaruh terhadap produktivitas pembudidaya," jelas Wiwin. 

Pihaknya berharap produksi ikan kembali mengalami peningkatan di akhir tahun ini seiring masuknya musim penghujan. Dengan begitu, maka kolam darat ataupun KJA di Waduk Saguling dan Cirata debit airnya akan kembali naik sehingga produksi ikan akan kembali normal. 

"Dan prediksi produksi kembali meningkat yaitu ketika musim hujan tiba antar bulan November-Desember," ucap Wiwin. 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait