REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG, – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara resmi menyatakan dukungan penuh agar Muktamar ke-35 NU diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan strategis (mujalasah) yang berlangsung di Pondok Pesantren Raudlatu Thullab, Tempuran, Magelang, pada Rabu.
Forum mujalasah tersebut dihadiri oleh 35 anggota PCNU dari wilayah Jateng dan DIY. Turut hadir pula jajaran pimpinan tertinggi NU, yakni Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Waketum PBNU Lora K. H. Amin Said Husni. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah yang dipimpin KH Ubaidullah Shodaqoh serta Rais Syuriyah PWNU DIY KH. Mas'ud Masduqi juga hadir dalam pertemuan penting ini.
Poin-Poin Penting Kesepakatan
Dalam keterangan resmi yang diterima, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi hasil kesepakatan bersama dalam forum tersebut. Selain mendukung penuh Muktamar ke-35 NU di Pesantren Lirboyo, forum ini juga menyepakati sikap tegas menolak pembatasan unsur syuriyah dan zonasi AHWA. Kesepakatan lainnya adalah komitmen untuk menjaga struktur asli organisasi serta mendorong tata kelola aset strategis NU yang akuntabel.
Para peserta mujalasah juga menekankan pentingnya penyelenggaraan muktamar yang bermartabat. Dukungan terhadap Pesantren Lirboyo sebagai tuan rumah muktamar menjadi salah satu poin sentral yang mengemuka dalam forum strategis ini, menunjukkan soliditas PWNU dan PCNU di Jawa Tengah dan DIY dalam menentukan arah hajatan besar organisasi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara