REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan berbagai tradisi di sejumlah daerah. Di Kabupaten Indramayu, salah satu tradisi yang masih dipertahankan oleh warga adalah Mandi Grujug dari air sumur keramat di halaman Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu, Kecamatan Sindang, Selasa (25/8/2026) dini hari.
Ratusan warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak maupun balita yang dibawa oleh orang tua mereka, mengikuti tradisi Mandi Grujug. Warga yang datang dari sejumlah daerah akan berebut mengambil air dari dalam sumur dengan menggunakan timba.
Baca Juga- Di Tengah Peringatan Maulid Nabi, Dadang Supriatna Tegas Larang ASN Terlibat Judi Online
- Maulid Nabi, Sidkon Djampi Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian dan Persatuan Bangsa
- Bukan Sekadar Shalawat, Ini Pesan Kiai Cholil Nafis di Momentum Maulid Nabi
Selanjutnya, air dari sumur yang dikenal dengan nama Sumur Penganten itu diguyurkan ke sekujur tubuh mereka. Para orang tua yang membawa anak juga melakukan hal serupa terhadap anak mereka.
Tak hanya mandi, warga juga datang dengan membawa berbagai wadah penampung air, seperti botol, jeriken maupun galon. Wadah itu mereka isi dengan air sumur tersebut untuk dibawa pulang.
Salah seorang warga, Vonny, mengaku mengikuti tradisi Mandi Grujug sejak dua tahun terakhir. Ia mengaku berharap memperoleh berkah dengan mandi dari air sumur masjid pusaka tersebut.
“Saya mandi di sini karena ini masjid keramat. Saya pengen dapet barokahnya juga,” tutur Vonny.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Teja (55). Ia percaya, tradisi tahunan itu bukan sekadar mandi biasa, namun juga ikhtiar spiritual untuk mencapai keinginan.
"Niatan saya, untuk kebahagiaan, untuk cita-cita kita. Semoga dikabulkan oleh Allah Yang Maha Kuasa," ucap Teja.
Teja pun mengaku merasakan keajaiban saat air sumur itu menyentuh kulitnya. Meski udara malam terasa dingin, namun ia justru merasakan air itu mendadak hangat saat menyentuh kulitnya.
"Airnya sempat hangat," tuturnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika