Nasional

Rayakan Ultah Kedelapan, Klub Dongeng Gelar PKD 2026 di Cikini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesta Klub Dongeng (PKD) kembali hadir pada 3–4 Oktober 2026 di Bilik Bercerita dan PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta, Cikini. Seluruh rangkaian acara berlangsung sejak pukul 10.00...

13 Oktober 2026, pukul 07:47 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesta Klub Dongeng (PKD) kembali hadir pada 3–4 Oktober 2026 di Bilik Bercerita dan PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta, Cikini. Seluruh rangkaian acara berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai, serta terbuka secara gratis untuk umum.

Pesta Klub Dongeng setiap tahunnya selalu mengusung tema yang berlandas latar belakang sosial yang sedang terjadi. Tahun ini, PKD menjadi perayaan ulang tahun kedelapan Klub Dongeng dengan mengusung tema “Sejagat Wana Adri”. Nama ini dirangkai dari kata jagat yang berarti dunia, wana dari bahasa Sansekerta yang bermakna hutan, dan adri yang merujuk pada gunung. Sejagat Wana Adri menggambarkan tentang Hutan dan Gunung Sedunia. Tema tersebut hadir dari kondisi sosial, khususnya isu lingkungan dan hutan di seluruh dunia.

Baca Juga

Latar belakang pengangkatan tema tersebut berakar dari krisis ekologi berskala global maupun nasional. Suhu bumi telah meningkat sekitar 1,1 derajat Celsius sejak era pra-industri, sementara data Global Forest Watch mencatat Indonesia kehilangan jutaan hektar hutan primer dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena pemanasan global dan deforestasi ini mengancam keberadaan ekosistem daratan. Padahal, keberadaannya memegang fungsi vital bagi kelangsungan hidup, mulai dari penyerap air alami, penjaga kestabilan iklim, hingga penopang keanekaragaman hayati.

Di sisi lain, ancaman terhadap ekosistem gunung di Indonesia juga semakin mengkhawatirkan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2024–2025 mencatat bahwa bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang di Indonesia mendominasi kejadian bencana nasional. Pada kondisi tersebut, erosi dan hilangnya vegetasi di kawasan lereng serta hulu pegunungan menjadi pemicu utama kerusakan struktur resapan air. Alih fungsi lahan di kawasan pegunungan tidak hanya merusak daya dukung ekosistem hulu, tetapi juga meningkatkan kerentanan bencana ekologis bagi masyarakat yang tinggal di wilayah hilir.

Dalam merespons kondisi tersebut, dongeng berfungsi sebagai salah satu sarana edukasi preventif yang komunikatif untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Harapannya, anak-anak tidak hanya terhindar dari perilaku merusak lingkungan, tetapi juga terdorong untuk aktif menjaga kelestarian hutan serta gunung di sekitar mereka. Klub Dongeng berharap cerita-cerita dalam “Sejagat Wana Adri” tidak terbatas pada fungsi hutan dan gunung, tetapi juga mengisahkan kehidupan yang bertumbuh di dalam ekosistem hulu dan hilir tersebut.

Sebagai pembuka, rangkaian kegiatan Road to PKD 2026 diawali dengan pemutaran film "Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua" pada Sabtu (5/9/2026) di CGV Poins Mall, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Film ini mengisahkan perjalanan Tegar di tanah Papua bersama sahabatnya melawan ancaman kerusakan hutan dan menyuarakan pelestarian lingkungan. Selain menonton, peserta juga menuliskan harapan-harapan mereka untuk hutan sebagai ajakan menjaga alam bersama.

Kegiatan kedua diisi dengan Kelas Dongeng Junior bersama Kak Kanya Cittasara pada Sabtu (19/9/2026) di Communal Brew, Omotesando Mall Bintaro, Tangerang Selatan. Melalui dongeng, sesi interaktif, dan praktik bercerita, anak-anak belajar sambil bermain untuk mengembangkan imajinasinya. Rangkaian kegiatan ini menjadi pengantar agar anak-anak dan keluarga dapat mengenal isu hutan dan gunung dengan cara yang dekat sebelum puncak acara pada 3–4 Oktober 2026.

Puncak acara Pesta Klub Dongeng 2026 sendiri berlangsung selama dua hari di Perpustakaan Jakarta, Cikini. Kegiatan ini mengajak anak-anak dan keluarga terlibat langsung, bukan sekadar menjadi penonton.

Pada hari pertama, Sabtu (3/10/2026), pengunjung diajak mengikuti Jelajah Cerita dan Meramu Jamu di ruang Bilik Bercerita, Perpustakaan Jakarta. Rangkaian dongeng dibawakan oleh Bima, Bimo, dan Adzkia dari Klub Dongeng Junior (KDJ), serta dilanjutkan oleh Catara (Cerita Anak Nusantara). Acara ditutup dengan sesi kriya mengenal rempah dan meracik jamu bersama Catara agar anak-anak dapat mengenal langsung kekayaan tanaman obat tradisional.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait