Nasional

RI Tetap Beli Minyak dari Rusia, Meski Selat Hormuz Dibuka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia tetap melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia. Hal itu dilakukan, meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz...

17 Juni 2026, pukul 21:22 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia tetap melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia. Hal itu dilakukan, meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka kembali di tengah meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, pengadaan minyak mentah dari Rusia masih berjalan. Sehingga hal itu menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat cadangan energi nasional.

Baca Juga

"Kemarin sempat ada rencana untuk membuka jalur Selat Hormuz, dan kemudian ini masih sangat dinamis sekali. Yang pasti arahan Presiden jelas untuk tetap memperkuat cadangan energi nasional kita dengan beragam cara, termasuk salah satunya adalah impor crude dari Rusia. Ini masih tetap akan berjalan, masih tetap dalam proses," ucap Anggia dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Rabu(17/6/2026).

Anggia menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau Liquefied Petroleum Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Melalui kebijakan itu, sejumlah badan usaha, termasuk Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas, diberikan kewenangan melakukan impor. Tujuannya guna memperkuat ketahanan energi nasional.

"Ada badan usaha seperti Lemigas di antaranya yang juga diberikan kewenangan untuk melakukan impor dalam hal untuk memperkuat ketahanan energi nasional kita," kata Anggia.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait