REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, secara resmi membuka Bali Public School (BPS) Festival ke-4 di SD Bali Public School, Kamis. Festival ini didorong sebagai wadah strategis untuk mengembangkan kreativitas dan membentuk karakter siswa.
Mengusung tema "Colorful Minds, Happy Hearts", pembukaan festival dimeriahkan dengan pemukulan kulkul oleh Eddy Mulya serta berbagai penampilan seni. Acara ini menampilkan yoga, paduan suara, tari kecak, baleganjur, hingga bapang barong yang dibawakan oleh para siswa.
Dalam sambutannya yang mewakili Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Eddy Mulya memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, karakter, dan kemampuan bekerja sama melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
Menghargai Keberagaman dan Keunikan Anak
Eddy Mulya menekankan bahwa setiap anak memiliki pemikiran, karakter, dan keunikan yang berbeda. Keberagaman tersebut, menurutnya, perlu dihargai sebagai kekuatan dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.
Ia menjelaskan bahwa BPS Festival merupakan salah satu implementasi kegiatan kokurikuler yang berperan mendukung proses pembelajaran di luar kegiatan intrakurikuler. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sportivitas, kebersamaan, kebahagiaan, dan semangat belajar bagi seluruh peserta.
"Saya berharap BPS Festival ke-4 ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri, kebahagiaan, dan semangat belajar bagi seluruh peserta," ujar Eddy.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan potensi anak membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi tersebut melibatkan sekolah, komite sekolah, dunia usaha dan dunia industri, alumni, hingga orang tua siswa.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menanamkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong sejak dini.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap anak-anak tidak hanya berkembang dalam kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, dan peduli terhadap sesama," katanya.
Momentum Persahabatan dan Keberanian
Sementara itu, Kepala SD Bali Public School Komang Edi Putra mengatakan bahwa BPS Festival menjadi momentum untuk mempertemukan siswa TK dan SD dari berbagai wilayah di Bali. Pertemuan ini dikemas dalam semangat persahabatan, kreativitas, sportivitas, dan kebersamaan.
Ia berharap festival ini memberikan pengalaman bermakna bagi seluruh peserta. Orientasi kegiatan tidak semata-mata pada kemenangan, melainkan juga menumbuhkan keberanian, memperluas persahabatan, dan menghadirkan kenangan positif selama proses belajar.
"Kami ingin setiap anak yang hadir membawa pulang pengalaman, persahabatan, keberanian, inspirasi, dan kenangan indah," ujar Komang.
Ia menambahkan bahwa keberanian untuk mencoba, tampil, dan menjadi diri sendiri merupakan bagian penting dari proses pembelajaran anak. Oleh karena itu, peserta diharapkan mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Menang adalah sebuah kebanggaan, tetapi keberanian untuk tampil, berproses, menghargai lawan, dan menikmati setiap pengalaman adalah kemenangan yang sesungguhnya," katanya.
Penyelenggaraan BPS Festival ke-4 terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kota Denpasar, Yayasan Ananda Vidya Bali, keluarga besar SD Bali Public School, para kepala sekolah dan guru pendamping, orang tua siswa, sponsor, mitra kerja, serta panitia. Melalui festival ini, diharapkan terbangun lingkungan belajar yang positif dan inklusif untuk mendorong anak-anak terus berkarya, berprestasi, percaya diri, serta mampu menghargai keberagaman.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara