YOGYAKARTA - Suara gauk atau sirene yang berada di atas Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading, kawasan Keraton Yogyakarta, tiba-tiba berbunyi pada Sabtu (24/10/2026) malam. Suara keras yang terdengar selama sekitar lima menit itu sontak mengejutkan warga sekitar yang khawatir terjadi situasi darurat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.08 WIB di Jalan Gading, Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. Bunyi gauk yang muncul di luar waktu penggunaan biasanya membuat warga bertanya-tanya mengenai penyebabnya.
Baca Juga- Gelar Semifinal di Yogyakarta, Bright Gas Cooking Competition 2026 Dorong Inovasi Kuliner Nusantara
- PLN UID Yogyakarta Salurkan 80 Ribu Liter Air Bersih bagi Warga Gunungkidul
- Mobil™ Run The Island Series Dimulai di Yogyakarta, Gandeng Komunitas Lari Lokal
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, mengatakan peristiwa itu pertama kali dilaporkan oleh seorang warga berinisial AF yang tinggal di wilayah Patehan. Berdasarkan keterangan saksi, gauk yang berada di atas Plengkung Nirbaya tiba-tiba berbunyi cukup keras.
"Gauk tiba-tiba berbunyi selama kurang lebih lima menit," ujar Dani dalam keterangannya, Ahad (25/10/2026).
Warga setempat kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi. Mereka khawatir suara tersebut menjadi pertanda adanya keadaan darurat. Namun, setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan kejadian darurat yang melatarbelakangi bunyi sirene tersebut.
Saksi kemudian berkoordinasi dengan pengurus kampung sebelum mematikan aliran listrik pada perangkat gauk. "Karena tidak ada kejadian yang darurat, selanjutnya saksi berkoordinasi dengan pengurus kampung. Kemudian, saksi mematikan sakelar MCB yang berada di bawah tiang gauk," ungkap Dani.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, bunyi gauk yang muncul secara tiba-tiba tersebut diduga disebabkan oleh gangguan pada sistem kelistrikannya. "Dimungkinkan penyebab gauk berbunyi karena ada korsleting sistem kelistrikan gauk tersebut," katanya. Meski demikian, penyebab tersebut masih berupa dugaan berdasarkan keterangan awal.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika