YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan penataan bantaran Sungai Winongo, Code, dan Gajahwong rampung dalam empat tahun ke depan. Selain memperbaiki lingkungan dan akses masyarakat, penataan tersebut diarahkan untuk mengembangkan kawasan sungai sebagai destinasi wisata alternatif yang dapat menggerakkan perekonomian warga.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, akses bantaran sungai perlu diperbaiki agar dapat dilalui kendaraan roda empat, termasuk ambulans dan mobil pemadam kebakaran dalam kondisi darurat.
“Empat tahun ke depan, pinggir Sungai Winongo, pinggir Sungai Code, pinggir Sungai Gajahwong, rampung,” kata Hasto saat membuka kegiatan Pesona Kawasan Winongo Wisataku di Sudagaran, Tegalrejo, Yogyakarta, Ahad (25/10/2026).
Hasto juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan sungai dan mengatasi persoalan sampah. Dia mengajak masyarakat menerapkan gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS), mulai dari memilah sampah sesuai jenis, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan, hingga menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali.
Pengembangan kawasan tersebut sejalan dengan gagasan Winongo Wisataku 2030. Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Oleg Yohan, mengatakan, gagasan menjadikan Winongo sebagai destinasi wisata telah dirintis sejak sekitar 16 tahun lalu dan membutuhkan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat.
“Ini bukan hanya di bibir saja. Kita wujudkan kerja keras kita, dari Winongo untuk Indonesia, dari Winongo untuk dunia,” ujar Oleg.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, mengatakan, pengembangan kawasan Winongo dilakukan dengan mengaktifkan potensi lokal masyarakat, termasuk UMKM serta kegiatan seni dan budaya.
“Autentik, konkret, dari masyarakat, untuk masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat,” kata Lucia.
Rangkaian kegiatan Pesona Kawasan Winongo Wisataku meliputi jalan sehat, bazaar UMKM, lomba mewarnai, dan pentas seni budaya. Acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Ngamarto Binangun, Wahyu Sekar Candro Retno oleh Ki Suranto Hadi Sucipto dari Sentolo, Kulonprogo.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian jembatan di bantaran Sungai Winongo, Sudagaran, Tegalrejo, Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi kawasan sungai dan mendukung pariwisata berbasis masyarakat.
Ikuti Whatsapp Channel Republika