Nasional

Temasek Singapura Bantah Intervensi MSCI Jebloskan Bursa Indonesia ke Standalone

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA – Lembaga pengelola dana abadi (sovereign wealth fund) Singapura, GIC dan Temasek, menepis tuduhan bahwa mereka atau staf institusi itu telah menekan penyedia indeks MSCI untuk mempertimbangkan...

21 Oktober 2026, pukul 13:19 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA – Lembaga pengelola dana abadi (sovereign wealth fund) Singapura, GIC dan Temasek, menepis tuduhan bahwa mereka atau staf institusi itu telah menekan penyedia indeks MSCI untuk mempertimbangkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Pernyataan ini merespons komentar mantan Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi, yang menyebutkan bahwa kedua investor tersebut memaksa MSCI untuk mempertimbangkan penurunan klasifikasi bagi Indonesia.

Baca Juga

Mantan menteri tersebut mengeklaim bahwa penurunan klasifikasi dapat memicu kepanikan pasar dan menciptakan peluang untuk mengakuisisi saham-saham perusahaan Indonesia dengan harga lebih rendah.

Seorang juru bicara GIC mengatakan kepada The Straits Times, keputusan investasi mereka tidak didorong oleh klasifikasi indeks atau pandangan makro (top-down) terhadap suatu pasar, melainkan oleh fundamental di tingkat perusahaan dan aset.

“Kami telah berinvestasi di Indonesia selama lebih dari 30 tahun di berbagai kelas aset dan akan terus berinvestasi di mana pun kami menemukan peluang yang baik, berdasarkan analisis fundamental (bottom-up) dan disesuaikan dengan risiko,” dilansir Strait Times.

Fock Wai Hoong, kepala wilayah Asia-Pasifik (di luar Tiongkok dan India) di Temasek Global Investments, menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan jelas tak benar.

Ia menegaskan, tidak ada seorang pun dari Temasek—baik institusi tersebut maupun individu yang bekerja untuknya—yang pernah menghubungi MSCI dengan tujuan memengaruhi keputusan apa pun yang mereka buat terkait bursa mana pun di kawasan ini. “Mungkin cukup sampai di situ saja,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Fock saat menanggapi pertanyaan media dalam acara peluncuran laporan "e-Conomy SEA 2026" di kantor Google, Mapletree Business City, pada Rabu (21/10/2026). 

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait