Nasional

The Times Minta Maaf ke FIFA karena Sebarkan Berita Keliru Infantino Terima 'Gaji Kedua'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — FIFA menyambut permintaan maaf surat kabar Inggris The Times terkait Gianni Infantino. Media tersebut mengoreksi laporan mengenai dugaan pembayaran tambahan kepada Presiden FIFA tersebut. The Times mengakui...

23 Oktober 2026, pukul 06:04 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — FIFA menyambut permintaan maaf surat kabar Inggris The Times terkait Gianni Infantino. Media tersebut mengoreksi laporan mengenai dugaan pembayaran tambahan kepada Presiden FIFA tersebut. The Times mengakui pemberitaan mereka yang menyebut Infantino menerima “gaji kedua” dari FIFA keliru.

Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan Rabu (21/10/2026), FIFA menyebut The Times telah meminta maaf atas laporan yang dinilai tidak akurat dan merugikan. Laporan tersebut sebelumnya diterbitkan pada 13 Oktober 2026 di rubrik olahraga.

Baca Juga

The Times mengakui tidak ada “gaji kedua” yang diterima Infantino sebagaimana diberitakan sebelumnya. Surat kabar tersebut juga menerima penjelasan bahwa pengeluaran dan penggantian biaya yang diterima Infantino tidak wajib dicantumkan dalam laporan tahunan FIFA karena tidak dikategorikan sebagai kompensasi berdasarkan ketentuan pelaporan di Swiss.

Selain persoalan pembayaran, The Times turut mengoreksi pemberitaan mengenai dugaan pembelian properti di Miami dengan harga di bawah nilai pasar. Media tersebut mengakui Infantino tidak membeli properti itu sebagaimana diberitakan sebelumnya.

The Times juga menerima bahwa Infantino dan keluarganya bukan pemilik sah maupun pemilik manfaat Shadi LLC. Ia juga tidak memiliki kendali atas perusahaan tersebut, bertentangan dengan kesan yang muncul dalam laporan sebelumnya.

“Kami dengan senang hati melakukan koreksi ini dan meminta maaf kepada Bapak Infantino dan FIFA atas kesalahan tersebut,” demikian pernyataan koreksi The Times yang dikutip dalam rilis resmi FIFA, Jumat (23/10/2026).

FIFA menilai koreksi dan permintaan maaf tersebut penting di tengah 'upaya terkoordinasi dan berkelanjutan untuk melemahkan organisasi sepak bola dunia itu beserta presidennya'.

Dalam pernyataannya, FIFA kembali menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap pengawasan yang sah. Namun, organisasi tersebut mengingatkan media agar menjalankan tanggung jawab jurnalistik dengan memverifikasi informasi dan sumber secara cermat sebelum menerbitkan berita.

FIFA juga menegaskan akan mengambil sikap terhadap pemberitaan yang dinilai tidak akurat, menyesatkan, atau sepenuhnya keliru.

“Pengawasan bukanlah izin untuk memperkuat tuduhan palsu,” demikian penegasan FIFA.

FIFA menyatakan akan terus menantang pemberitaan yang dianggap tidak benar secara langsung dan tegas. Organisasi tersebut juga mengingatkan media agar tidak memublikasikan maupun menyebarluaskan informasi palsu dan fitnah.

Lihat di situs asli

Berita terkait