Nasional

Tim 4 Ekspedisi Patriot UI Menyalakan Literasi Digital dari Pedalaman Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — “Hari ini ada Torang On, kah?” Pertanyaan itu berulang kali muncul di grup WhatsApp anak-anak peserta literasi digital di Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat....

23 Oktober 2026, pukul 07:01 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — “Hari ini ada Torang On, kah?” Pertanyaan itu berulang kali muncul di grup WhatsApp anak-anak peserta literasi digital di Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Mereka ingin memastikan apakah sore atau malam nanti kegiatan belajar menggunakan laptop, membuat desain, atau melanjutkan produksi video bersama teman-teman akan kembali berlangsung.

Di kampung dengan akses internet terbatas dan listrik yang hanya menyala pada malam hari, kegiatan Torang On menjadi ruang belajar yang dinantikan. Program yang dilaksanakan Tim 4 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia ini mengusung tema “Literasi Digital untuk Semua, dari Kampung Kita Lihat Dunia”.

Baca Juga

Kegiatan berlangsung setiap sore pukul 16.00–18.00 dan malam pukul 19.00–21.00, dengan peserta dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Materi pelatihan mencakup pengenalan laptop, penggunaan Microsoft Word, desain grafis menggunakan Canva, dan etika menggunakan internet.

Nama Torang On memadukan kata torang yang berarti “kita” dan on yang dimaknai sebagai menyala, aktif, dan terhubung, menjadi ajakan untuk belajar dan berkembang bersama dengan menyalakan rasa ingin tahu, kreativitas, serta keberanian menjelajahi dunia digital. Lebih dari sekadar mengejar sinyal, Torang On ingin mendorong anak-anak di kampung untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan menyampaikan gagasan dengan memanfaatkan potensi yang mereka miliki.

Kegiatan ini berlangsung di tengah tantangan keterbatasan infrastruktur digital. Minimnya sinyal internet menjadi kendala dalam mengakses dunia maya, sementara ketersediaan listrik turut memengaruhi waktu belajar.

Koordinator Torang On, Nasywa Auliya Rahma, alumni FEB UI, berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi anak-anak untuk melampaui batas-batas yang selama ini memisahkan mereka dari dunia digital. “Kami ingin mereka percaya bahwa meski sinyal dan listrik datang terbatas, mimpi dan kreativitas mereka tidak boleh ikut terbatas.”

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika mereka diperkenalkan dengan Canva. Mereka belajar merancang jadwal pelajaran sendiri dengan mengatur tulisan, warna, dan tata letak. Setelah desain selesai, hasilnya dicetak dan dibawa pulang. Bagi peserta, pengalaman menghasilkan karya sendiri yang dapat langsung digunakan menjadi bagian menarik dari setiap sesi.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait