Nasional

Tinjau RDMP Balikpapan, Bahlil Dorong Percepatan Kilang, Ditargetkan Penuhi 25 Persen BBM Nasional

BALIKPAPAN – Usai meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan...

23 Oktober 2026, pukul 14:26 WIB · dibaca 0 kali

BALIKPAPAN – Usai meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) Bahlil Lahadalia melanjutkan perjalanan ke Kilang Balikpapan, Kamis(22/10/2026). Perjalanan Bahlil untuk meninjau  proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), yang disiapkan untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) memasuki tahap akhir.

"Untuk RDMP keseluruhan sudah 99%, sudah selesai. Cuman apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah barang baru kan. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insya Allah kita akan selesaikan," tutur Bahlil yang juga merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga

Pekerjaan yang tersisa, jelas Bahlil, berupa penyesuaian teknis dan commissioning peralatan baru agar kilang siap beroperasi optimal. Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, dia memastikan pasokan BBM tetap terjaga.

Bahlil menegaskan stok BBM nasional aman dan memenuhi standar minimum. Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, ketersediaan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.

Presiden Prabowo Subianto (keempat kiri) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kanan), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (ketiga kiri), Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri (ketiga kanan), Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan (kiri) dan Ketua BPK Isma Yatun (kedua kiri) menekan tombol saat meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Presiden Prabowo Subianto meresmikan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan dengan total investasi setara Rp123 triliun yang dapat memungkinkan kilang tersebut mengelola hingga 360 ribu barel minyak per harinya. - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Selain memastikan ketersediaan BBM Bahlil juga meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi, agar BBM subsidi sampai kepada masyarakat yang berhak. Pengawasan penyaluran juga ditingkatkan bersama  bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (TNI/Polri), terutama untuk menindak tegas pelaku penimbunan.

Tantangan distribusi masih muncul di lapangan. Bahlil mengungkapkan, fenomena El Niño memicu pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sehingga jalur pengiriman BBM sempat terganggu. Pertamina mengatasinya dengan memanfaatkan kapal sebagai penampungan terapung (floating storage), lalu menyalurkan BBM ke daerah tujuan lewat jalur darat.

Untuk jangka panjang, harapan besar ada pada RDMP Balikpapan. Proyek Strategis Nasional ini bernilai investasi 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun, salah satu investasi BUMN terbesar di satu lokasi.

Setelah beroperasi penuh, kilang ini diharapkan memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Dengan begitu, pasokan bagi masyarakat makin kuat dan ketergantungan pada impor BBM bisa terus dikurangi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Percepatan operasional

Di Jakarta, Jumat(23/10/2026), Bahlil mendorong percepatan operasional penuh dari fasilitas Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Jadi saya minta untuk dilakukan percepatan kepada sesuatu yang masih trouble (bermasalah) untuk diperbaiki, ya,” ujar Bahlil.

Bahlil mengatakan sempat mengunjungi Kilang Balikpapan pada Kamis (22/10), setelah meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, seusai memimpin rapat koordinasi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026). - (ist)

 

sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait