WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mencabut tarif sebesar 50 persen terhadap sejumlah barang asal Kanada. Langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk memenangkan Partai Republik di negara bagian Maine dalam pemilu sela Kongres AS.
Menurut laporan The Wall Street Journal pada Jumat (23/10/2026), sejumlah analis politik memprediksi Partai Republik bisa kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS di pemilu sela AS pada 3 November nanti. Para pakar mengaitkan kerentanan tersebut dengan menurunnya tingkat dukungan terhadap pemerintahan Trump di tengah operasi militer melawan Iran. Selain itu, penurunan dukungan ini juga dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar dan barang-barang konsumsi.
Baca Juga- Persib Juara Piala Soeratin U-15 Usai Kalahkan Bali United 3-0
- BSI Dorong Brand Lokal Perluas Pasar Lewat BSI International Expo 2026
- Cetak Sejarah, Veda Ega Jadi Pembalap Pertama Indonesia Raih Pole Position di Moto3
Keputusan untuk mencabut tarif tersebut bertujuan untuk mendukung upaya Senator Susan Collins dari Maine dalam pencalonannya kembali. Collins telah menjabat sebagai senator dari negara bagian daratan paling timur laut AS itu sejak 1997.
Selain itu, pencabutan tarif atas Kanada itu juga akan memberikan sedikit kelegaan bagi kandidat lain usungan Partai Republik di seluruh negeri menjelang pemilu sela. Menurut laporan tersebut, pengumuman resmi presiden AS tentang pencabutan tarif itu mungkin akan dilakukan paling cepat pada Jumat (23/10/2026) waktu setempat.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : ANTARA