REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Sabtu (27/6/2026) mengatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Trump pun mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar.
"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," kata Trump melalui platform Truth Social.
Baca Juga- Iran Kecam Serangan AS, Tuduh Washington Langgar Kesepakatan Damai
- Pemikiran Ekonomi Islam Abu Ubaid dan Relevansinya di Era Modern
- Keterkaitan Pemikiran Ekonomi al-Mawardi dengan Perekonomian di Indonesia
Trump menyebut serangan tersebut sebagai respons atas tindakan Iran yang, menurutnya, "kembali melanggar perjanjian gencatan senjata".
"Ini merupakan respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, lagi!" tulisnya.
Trump juga memperingatkan bahwa Washington dapat mengambil langkah militer yang lebih luas apabila situasi terus memburuk.
"Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" ujar Trump.
Sebelumnya, media Iran melaporkan terjadinya serangan di Pulau Qeshm dan di dekat Kota Sirik, serta di sekitar Kota Pelabuhan Bandar-e Lengeh di bagian selatan negara itu. Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyerang sejumlah target di Iran sebagai tanggapan atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti-OANA