REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menyampaikan ucapan selamat dan tahniah atas pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Ia berharap forum tertinggi NU tersebut menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya sebagai ketua umum dengan kerendahan hati dan kebahagiaan menyampaikan selamat dan tahniah atas pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” ujar Haedar dalam keterangannya dikutip dari akun Instagram resminya, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga- Harusnya Dijual Rp30 Ribu per Kilogram, Harga Telur Saat Ini Dinilai Masih Rendah
- Film Spider-Man: Brand New Day Siap Geser Kepopuleran Film Titanic
- Studi Ungkap Jumlah Ideal Minum Kopi untuk Bantu Kurangi Stres
Haedar menilai tema yang diangkat dalam Muktamar ke-35 NU memiliki nilai yang luhur. Menurut dia, tema tersebut mencerminkan komitmen NU untuk menjaga marwah organisasi sekaligus memperkaya khidmat bagi kemaslahatan bangsa.“Muktamar mengangkat tema yang sangat luhur, menjaga muruah, memperkaya khidmat untuk kemaslahatan bangsa,”kata dia.
Peserta Muktamar berada di area drop zone lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanfaatkan teknologi informasi untuk mengawal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dengan memasang lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV di area kegiatan. - (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Karena itu, Haedar mendoakan agar seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan lancar. Ia juga berharap setiap keputusan yang dihasilkan mampu memberikan kemaslahatan yang luas.
“Maka kami mendoakan dan penuh harap semoga Muktamar Nahdlatul Ulama berjalan dengan lancar, memberi kemaslahatan terbaik dalam seluruh keputusannya bagi kemajuan Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” ujar Haedar.
Lebih lanjut, Haedar berharap Muktamar NU tidak hanya menjadi momentum konsolidasi internal organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dengan berbagai elemen masyarakat.
Menurut dia, ukhuwah NU dengan organisasi Islam, organisasi keagamaan, serta seluruh komponen bangsa perlu terus diperkuat. Hal tersebut penting untuk bersama-sama menebarkan kemaslahatan dan kebajikan.
“Semoga juga muktamar menjadi wahana untuk terus memperkokoh ukhuwah Nahdlatul Ulama dengan seluruh organisasi Islam, organisasi keagamaan, dan komponen bangsa,” kata dia.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika