REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan pemerintah menghormati kemandirian Nahdlatul Ulama (NU) dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 dan tidak akan melakukan intervensi terhadap dinamika internal organisasi.
“Pemerintah menghormati sepenuhnya kemandirian Nahdlatul Ulama dalam melaksanakan muktamar sebagai forum tertinggi organisasi. Pemerintah tidak akan melakukan intervensi atau ikut campur dalam dinamika dan proses internal Muktamar ke-35 NU,” ujar Romo Syafi’i di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga- Serah Terima Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi di Jakarta, Setelah itu ke Lampung
- Ucapkan Selamat Muktamar NU, Buya Anwar Abbas Kutip Pesan Ayatollah untuk PBNU dan Muhammadiyah
- DPT Muktamar NU Ditetapkan, Ada 557 Pemilik Hak Suara Penuhi Persyaratan untuk Memilih
Ia menegaskan pemerintah menyerahkan sepenuhnya seluruh proses, dinamika, musyawarah, dan keputusan Muktamar ke-35 kepada internal NU sesuai mekanisme dan aturan organisasi yang berlaku.
Menurut dia, pemerintah akan menjaga sikap netral serta tidak ikut campur dalam proses internal forum tertinggi organisasi tersebut.
Wamenag juga meminta seluruh jajaran Kementerian Agama, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan, menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam dinamika internal Muktamar ke-35 NU.
“Seluruh jajaran Kementerian Agama harus tetap bekerja secara profesional, menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta tidak memberikan dukungan atau keberpihakan kepada pihak maupun kandidat tertentu,” kata dia.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara