JAKARTA -- Bencana banjir disertai tanah longsor yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Ahad (1/11/2026), menyebabkan dua orang meninggal dunia. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 1.567 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan dua korban meninggal merupakan ayah dan anak. Sementara itu, jumlah total warga yang terdampak tersebut masih dalam proses pendataan.
Baca Juga- Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang, Ratusan Warga Terisolasi
- Potret Ibu dan Anak Terjang Banjir yang Merendam Permukiman di Aceh Barat
- Soal Pemanggilan Ketiga untuk Nusron, Ketua KPK: Tunggu dalam Waktu Dekat
"Ada dua jiwa yang meninggal, kemarin sudah kami sampaikan, ini adalah bapak dan anak dan ada 1.567 KK yang terdampak, dan ini masih tetap dalam pendataan," kata dia saat konferensi pers Selasa (3/11/2026).
Tak hanya itu, BNPB juga melaporkan terdapat 13 rumah rusak akibat bencana tersebut. Pendataan dan pelaporan terkait kerusakan masih dilakukan untuk memperoleh informasi lebih terperinci.
Berton mengatakan, tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dikerahkan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat bersama BPBD serta instansi terkait. Koordinasi dilakukan dengan forkopimda, unsur kecamatan dan desa, PLN, serta unsur lainnya untuk memulihkan layanan vital.
Ia menambahkan, tim di lapangan juga telah membuka kembali akses jalan yang sebelumnya terputus akibat bencana. Menurut dia, Jalan Tamansari dan Iburaja yang sebelumnya terputus kini sudah dapat dilalui.
Selain itu, Berton menyatakan, BNPB bersama BPBD terus memantau wilayah yang masih terisolasi, rumah warga yang terancam rusak. Di sisi lain, pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Berton mengimbau masyarakat di Lumajang untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama banjir lahar dingin. "Khususnya di Kabupaten Lumajang untuk tetap waspada, hindari aliran air yang berpotensi dilalui banjir lahar, terutama lahar dingin, dan ikuti arahan petugas serta dapatkan informasi yang resmi," kata dia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika