REPUBLIKA.CO.ID,PASURUAN – Beralihnya pemanfaatan energi terbarukan terus terjadi di dunia industri. Giliran PT Widatra Bhakti, perusahaan farmasi anggota Otsuka Group di Indonesia, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 MWp di fasilitas produksinya di Pasuruan, Jawa Timur. Proyek yang dikembangkan bersama PT Surya Nippon Nusantara (SNN), perusahaan joint venture antara SUN Energy dan Sojitz Corporation, menjadi bagian dari transformasi PT Widatra Bhakti menuju green factory melalui pemanfaatan teknologi energi bersih yang lebih rendah karbon, efisien, dan berkelanjutan.
Betty Zubaida, Factory Director PT Widatra Bhakti, menjelaskan, langkah ini sekaligus mencerminkan semakin pentingnya adopsi energi terbarukan dalam memperkuat daya saing sektor industri. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap efisiensi, keberlanjutan, dan standar lingkungan dalam rantai pasok global, transformasi menuju industri hijau tidak lagi hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga dengan bagaimana perusahaan membangun operasi yang lebih tangguh dan kompetitif untuk jangka panjang.
Baca Juga- Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang ke Gus Kikin, Ketum PBNU 2026-2031
- Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Mulai Libatkan Masyarakat Internal Lemigas
- Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 3.500 Meter
Sebagai salah satu perusahaan manufaktur larutan parenteral dasar terkemuka di Indonesia, PT Widatra Bhakti terus berupaya menghasilkan produk berkualitas tinggi sekaligus menjalankan kegiatan produksi dengan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Implementasi PLTS Atap menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional.
Pemanfaatan area atap fasilitas produksi memungkinkan perusahaan menghasilkan energi terbarukan langsung di lokasi operasional tanpa membutuhkan lahan tambahan. Dengan kapasitas 2,2 MWp, sistem tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.990.007 kWh listrik bersih per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 2.326 ton CO₂ per tahun, setara dengan penanaman sekitar 38.615 pohon per tahun.
Dalam menjalankan bisnisnya, PT Widatra Bhakti memiliki visi terkait lingkungan yaitu “Net Zero” di tahun 2050; menjalankan misi “tidak memberikan dampak lingkungan atas aktifitas bisnisnya dimana salah satunya adalah melalui upaya menurunkan emisi CO2 dengan tidak mengurangi keandalan produksi maupun kualitas produk.
" Karena itu, kami melakukannya secara bertahap melalui pemanfaatan energi dari sumber terbarukan dan adopsi teknologi yang mendukung keberkelanjutan dari bisnisnya” ujar Betty.
Implementasi PLTS Atap juga melanjutkan perjalanan PT Widatra Bhakti dalam meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Sebelumnya, pada April 2022, perusahaan telah melakukan pembelian Renewable Energy Certificate (REC) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero). Kombinasi antara penggunaan REC dan pembangkitan energi terbarukan langsung di fasilitas produksi menjadi bagian dari strategi perusahaan menuju kegiatan operasional yang semakin rendah karbon.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong transisi energi serta memperkuat pengembangan industri hijau di Indonesia. Kolaborasi antara pelaku industri dan penyedia teknologi energi bersih menjadi penting untuk mempercepat implementasi energi terbarukan sekaligus menjaga produktivitas dan daya saing industri nasional.
Selain melalui pemanfaatan energi bersih, PT Widatra Bhakti juga membangun budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan dengan mendorong keterlibatan karyawan dalam praktik kerja yang lebih ramah lingkungan, antara lain melalui pengurangan penggunaan air minum dalam kemasan dan perlengkapan makan sekali pakai serta gerakan Bring Your Own Tumbler (BYOT).
Dalam proyek ini, SNN bertindak sebagai pengembang yang bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem PLTS. Pendekatan tersebut ditujukan untuk memastikan performa, keselamatan, serta keandalan sistem selama masa kerja sama sehingga perusahaan dapat mengadopsi teknologi energi terbarukan tanpa mengganggu fokus utama kegiatan produksinya.
“Kami mengapresiasi kepercayaan PT Widatra Bhakti kepada SNN. Proyek ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi energi bersih dapat menjadi bagian dari transformasi industri tanpa mengorbankan keandalan kegiatan produksi. Kami melihat energi terbarukan akan semakin berperan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, memenuhi target keberlanjutan, dan memperkuat daya saing bisnis dalam jangka panjang,” ujar Oky Gunawan, CEO SNN.
Ikuti Whatsapp Channel Republika