REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menyiapkan langkah modifikasi cuaca untuk mengurangi kabut asap kiriman yang menyelimuti seluruh wilayah Sumut dalam beberapa hari terakhir. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan curah hujan sehingga kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat segera terurai.
Bobby menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah mulai menjalankan operasi modifikasi cuaca pada Kamis ini. Fokus awal penyemaian awan dilakukan di kawasan Danau Toba.
"Hari ini sampai besok, kami sudah mencoba untuk modifikasi cuaca agar bisa menurunkan hujan di wilayah Sumatera Utara. Hari ini, kami coba di kawasan Danau Toba," kata Bobby usai peluncuran operasional bus perintis gratis bagi pelajar di halaman SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis.
Selain di kawasan Danau Toba, Bobby menegaskan bahwa teknologi modifikasi cuaca ini akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah lain di Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh wilayah terbebas dari gangguan asap.
Koordinasi dengan Sumsel dan Metode Dry Ice
Gubernur Bobby Nasution juga mengakui bahwa Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam penanganan kabut asap kiriman ini. Koordinasi tersebut mencakup penggunaan metode dry ice atau es karbon dioksida padat untuk membantu mengatasi asap.
"Tadi kita sudah komunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan, yang hari ini juga sudah membuat dry ice mengangkat asapnya biar bisa naik. Tidak berbahaya asapnya turun ke darat, melalui teknologi yang ada," tutur Bobby.
Menantu Presiden Joko Widodo itu menambahkan, metode dry ice tersebut akan menjadi alternatif apabila teknologi modifikasi cuaca tidak berhasil menurunkan hujan di beberapa titik. Bobby berkomitmen untuk mencoba berbagai upaya agar asap di Sumatera Utara tidak mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Penurunan Jarak Pandang dan Imbauan BMKG
Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengonfirmasi bahwa kabut asap terdeteksi melanda seluruh wilayah Sumatera Utara. Ironisnya, berdasarkan pemantauan citra satelit pada Selasa (13/10), tidak terdapat satu pun titik panas (hot spot) di wilayah Sumut.
"Tapi pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit hari ini pukul 10.00 WIB, terjadi penurunan jarak pandang di Sumatera Utara menjadi 1 sampai 4 kilometer," jelas Hendro di Medan, Rabu (14/10).
Hendro menambahkan, pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 atau partikel sangat kecil di udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Pihaknya mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara berkabut atau jarak pandang menurun.
"Apabila memerlukan kegiatan di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker," tegas Hendro.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara