REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – BP BUMN dan Danantara Indonesia menargetkan proses konsolidasi asuransi BUMN yang berada di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG) dapat rampung pada 2026. Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan industri asuransi pelat merah yang lebih sehat, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat fondasi industri. “Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif,” ujar Dony dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
Untuk mematangkan rencana strategis tersebut, Dony menggelar pertemuan dengan Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, pada 17 Juni 2026. Pertemuan ini secara spesifik membahas perkembangan proses integrasi yang tengah berjalan.
Fokus Integrasi Bisnis dan Tata Kelola
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada empat aspek utama, yakni integrasi bisnis, penguatan tata kelola, optimalisasi permodalan, serta pengembangan sinergi antarentitas. Entitas-entitas ini nantinya akan menjadi bagian dari struktur perusahaan hasil konsolidasi.
Selain itu, kedua pihak juga membahas berbagai langkah strategis guna memastikan proses integrasi berjalan efektif. Tujuan utamanya adalah agar konsolidasi mampu memberikan nilai tambah jangka panjang bagi perusahaan dan pemangku kepentingan.
Dony berharap konsolidasi ini menjadi fondasi bagi pembentukan ekosistem asuransi BUMN yang lebih terintegrasi. Ekosistem tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang secara dinamis.
Dorong Skala Usaha dan Perlindungan Masyarakat
Transformasi yang tengah dijalankan diharapkan menghasilkan skala usaha yang lebih kuat. Di sisi lain, efisiensi operasional juga menjadi target utama untuk meningkatkan daya saing perusahaan di industri asuransi nasional.
Proses ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas seleksi risiko (underwriting) dan investasi. Dengan demikian, kemampuan perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat maupun dunia usaha dapat diperluas secara signifikan.
Melalui penguatan industri asuransi BUMN, BP BUMN dan Danantara berharap sektor ini dapat berperan lebih besar. Peran strategis tersebut mencakup dukungan terhadap stabilitas sistem keuangan, peningkatan penetrasi asuransi nasional, serta penunjangan pembiayaan dan pembangunan ekonomi Indonesia.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara