Nasional

Cuaca Ekstrem Intai 21 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Sepekan ke Depan

BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur.

3 November 2026, pukul 18:00 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Cuaca Ekstrem Intai 21 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Sepekan ke Depan CNN Indonesia Rabu, 04 Nov 2026 01:00 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Ilustrasi. BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur. Foto: iStock/PraewBlackWhile Daftar Isi
Surabaya, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur selama sepekan ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa terjadi.

"Saat ini sebagian besar wilayah Jatim telah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Diperkirakan dalam tujuh hari ke depan akan terjadi cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat," kata Taufiq, Selasa (3/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Taufiq, cuaca ekstrem itu meliputi hujan sedang hingga lebat, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es. Kejadian ini diperkirakan terjadi selama periode 2 hingga 9 November 2026.

Lihat Juga :KPK Tepis Isu Kasus Djarum Dibuat-Buat: Sprindik Keluar September

"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jatim yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es," ucapnya.

Setidaknya ada 21 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang diperkirakan terdampak potensi cuaca ekstrem. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Pacitan, Nganjuk, Ponorogo, Magetan, Kota Batu, serta wilayah kota dan kabupaten di Pasuruan, Kediri, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Mojokerto.

Lebih lanjut, Taufiq menambahkan cuaca ekstrem ini dipicu oleh fenomena gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur dan pola pertemuan angin (konvergensi).

Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.

[Gambas:Video CNN]

Lihat Juga :Prabowo Undang Mahasiswa URI ke Istana Kepresidenan Jakarta

"Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak adanya gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation yang melintasi wilayah Jawa Timur dan pola pertemuan angin. Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil," kata Taufiq,

BMKG juga menjabarkan sejumlah parameter hasil analisis cuaca terkini yang memicu kondisi ekstrem. Berdasarkan analisis angin gradien 3000 feet pada 1 November 2026, angin dominan bergerak dari arah tenggara menuju selatan dengan kecepatan di wilayah Jawa Timur mencapai hingga 25 knot.

Analisis lainnya menunjukkan nilai Outgoing Longwave Radiation diperkirakan cenderung netral hingga negatif, yang mengonfirmasi adanya gangguan gelombang atmosfer yang melintasi wilayah tersebut.

Sementara itu, hasil analisis pengamatan udara atas menunjukkan wilayah Jawa Timur berada dalam kondisi labil dengan konvektifitas sedang. Perpaduan kondisi atmosfer ini disebut sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan lebat, petir dan angin kencang.

Taufiq pun mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak selama tujuh hari ke depan. Untuk memantau kondisi terkini, masyarakat diminta aktif mengecek citra radar cuaca melalui situs resmi BMKG Juanda.

"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," ujar Taufiq.

(frd/ryn) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait