JAKARTA — Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan, pembenahan bisnis dan layanan Garuda Indonesia menjadi prioritas sebelum rencana penggabungan maskapai badan usaha milik negara dilaksanakan. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi perusahaan jauh lebih sehat sebelum proses konsolidasi dimulai.
Ia menjelaskan bahwa penggabungan belum dilakukan karena perusahaan yang akan dikonsolidasikan masih memerlukan perbaikan kinerja bisnis. Proses tersebut membutuhkan waktu agar kedua maskapai memiliki fondasi yang kuat.
Baca Juga- Sungai Winongo Ditargetkan Jadi Destinasi Wisata Yogyakarta pada 2030
- Bobotoh Ditemukan Tewas Usai Laga Garudayaksa Vs Persib, Polisi Minta Masyarakat tak Terprovokasi
- 68.920 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Gaza
“Belum, ya. Belum. Karena kan kalau dimerger-kan kondisinya belum betul-betul baik dua-duanya,” kata Dony seusai memberikan paparan dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Ia mengatakan, Danantara memilih memprioritaskan transformasi masing-masing perusahaan agar proses konsolidasi nantinya tidak menimbulkan tambahan beban operasional maupun keuangan. Kebijakan ini dinilai penting demi menjaga stabilitas jangka panjang.
Khusus Garuda Indonesia, Dony yang juga menjabat Kepala Badan Pengaturan BUMN menilai, transformasi bisnis masih perlu dilanjutkan secara menyeluruh, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman penumpang. Perbaikan tersebut mencakup seluruh lini operasional maskapai.
Menurut dia, pembenahan tersebut mencakup seluruh tahapan perjalanan penumpang, mulai dari pelayanan sebelum penerbangan, selama berada di pesawat, hingga setelah tiba di tujuan. Setiap aspek pelayanan dievaluasi secara ketat.
“Saya sebenarnya kan berharap bahwa ini total terjadi perubahan mulai dari pre-flight, in-flight, post-flight-nya. Service-nya mesti berubah,” ujarnya.
Danantara juga tengah mengevaluasi kualitas proses lapor masuk penerbangan serta pelayanan di dalam pesawat sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar layanan Garuda Indonesia. Evaluasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Ia menilai peningkatan kualitas pelayanan perlu menjadi perhatian utama karena transformasi yang berjalan sejauh ini belum sepenuhnya memenuhi harapan Danantara. Manajemen berkomitmen untuk terus mendorong perbaikan layanan penerbangan.
Selain pembenahan layanan, Danantara juga menyiapkan rencana penyegaran merek Garuda Indonesia, termasuk kemungkinan penyesuaian seragam dan identitas visual perusahaan. Rencana ini disiapkan untuk memperkuat citra maskapai.
“Nanti akan kita ada rebranding juga. Tapi bukan namanya ya, namanya tetap ya pasti Garuda Indonesia,” ungkap Dony.
Ia menjelaskan, penyegaran tersebut dimaksudkan untuk menghadirkan tampilan yang lebih segar, disertai semangat dan motivasi baru dalam meningkatkan kualitas perusahaan. Penampilan baru diharapkan mampu menarik minat lebih banyak penumpang.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : ANTARA