Nasional

Gaya Baru Belanja Warga Cakuang Wetan, dari Sembako hingga Token Listrik di KDKMP

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kebutuhan pokok yang harus dibeli warga tak hanya berupa makanan seperti sembako saja. Energi pun menjadi kebutuhan vital yang harus selalu tersedia untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari....

16 Oktober 2026, pukul 08:54 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kebutuhan pokok yang harus dibeli warga tak hanya berupa makanan seperti sembako saja. Energi pun menjadi kebutuhan vital yang harus selalu tersedia untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari. Kebutuhan energi yang menjadi pokok di antaranya listrik dan gas elpiji. Selama ini, warga yang berada di pelosok harus membeli semua kebutuhan itu dengan datang ke beberapa lokasi.

Warung di desa yang menjual sembako terkadang tidak lengkap. Untuk membeli elpiji ataupun token listrik, warga harus membeli ke toko lain yang lebih lengkap, meskipun lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Akibatnya, untuk mengakses kebutuhan tersebut warga harus menggunakan sepeda motor.

Baca Juga

Namun sekarang, warga Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tidak perlu pergi jauh dari tempat tinggalnya untuk membeli token listrik, gas, hingga beras bersubsidi. Sejak 27 September 2026, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di wilayah tersebut. Warga pun kini bisa mengakses berbagai kebutuhannya dengan lebih dekat cukup di satu lokasi.

Tak hanya membeli sembako, warga Desa Cangkuang Wetan juga dapat membeli elpiji, pupuk, hingga memanfaatkan layanan pembelian token listrik di koperasi yang letaknya dekat dari rumah mereka. Warga bisa menghemat waktu dan biaya transportasi karena tidak harus pergi jauh ke beberapa tempat hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Di Indonesia, ada 107 KDKMP yang memberikan layanan pembelian token listrik. Khusus di Jawa Barat, ada empat KDKMP yang sudah memberikan layanan tersebut. Di antaranya KDKMP Citaman Nagreg, KDKMP Bojongloa Rancaekek, dan KDKMP Cangkuang Wetan Dayeuhkolot di Kabupaten Bandung, serta KDKMP Padalarang di Kabupaten Bandung Barat.

Salah satu warga RW 1 Desa Cangkuang Wetan, Sari (50 tahun), mengaku keberadaan KDKMP membuatnya lebih mudah mendapatkan sejumlah kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, saat butuh token listrik, biasanya ia membeli melalui toko pulsa atau menggunakan layanan pembayaran digital. Namun sekarang, ia bisa membeli token listrik sekaligus saat berbelanja sembako di KDKMP.

"Kalau tempat membeli tokennya dekat kan tidak harus menunggu sampai token bunyi dulu ya. Begitu kelihatan sedikit lagi tokennya bisa langsung lari ke KDKMP," kata Sari.

Senada dengan Sari, warga Desa Cangkuang Wetan lainnya, Kunaeri, mengatakan dengan adanya layanan pembelian token listrik di KDKMP, ia bisa berhemat cukup banyak. Biasanya ia harus mengeluarkan ongkos transportasi untuk mencari agen listrik di luar desa. Kini, tidak jauh dari rumahnya, Kunaeri sudah bisa mendapatkan token listrik.

"Tadi beli sekalian sama beras, minyak, gas, dan untuk kebutuhan pokok yang lainnya. Alhamdulillah memang murah di KDKMP. Untuk gas saja Rp 16.000, kalau di warung kan sudah Rp 24.000. Beli token tidak harus mengeluarkan ongkos, lumayan uangnya bisa disimpan. Saya sangat terbantu adanya KDKMP ini," katanya.

Layanan di KDKMP Cangkuang Wetan tidak hanya menyediakan kebutuhan listrik. Warga juga dapat memperoleh komoditas bersubsidi seperti beras SPHP dan pupuk bersubsidi.

Sejak 27 September 2026, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di wilayah Cakuang Wetan. Warga pun kini bisa mengakses berbagai kebutuhannya dengan lebih dekat cukup di satu lokasi. - (Arie Lukihardianti/ Republika)

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengatakan keberadaan KDKMP memang diarahkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di tingkat desa dapat terpenuhi.

"Terima kasih ini teman-teman PLN yang telah berkolaborasi sehingga warga bisa membeli token di sini untuk membayar listrik. Terima kasih juga untuk Bulog dengan beras SPHP-nya. Terima kasih juga untuk Pertamina yang menyuplai gas," ujar Bima usai meninjau KDKMP Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (15/10/2026).

Menurut Bima, KDKMP memiliki fungsi yang berbeda dengan toko ritel modern atau minimarket. KDKMP merupakan bagian dari infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran bantuan sosial dan barang bersubsidi kepada masyarakat di wilayah pedesaan.

"Seperti tadi di beberapa titik ada yang mengusulkan, 'Pak Wamen, kurang gasnya, Pak Wamen, obatnya ditambah'. Nanti pasti kita akan evaluasi untuk kembali memperbaiki suplainya," katanya.

Kemendagri, kata Bima, akan terus melakukan evaluasi terhadap operasional KDKMP. Peninjauan telah dilakukan di 107 titik untuk melihat langsung kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola koperasi, dan BUMN dalam memastikan pasokan kebutuhan masyarakat.

Di tempat yang sama, Direktur Retail dan Niaga PLN Fahrur Rozy mengatakan masyarakat kini dapat membeli token listrik melalui KDKMP. PLN berharap layanan tersebut dapat diperluas sehingga KDKMP di berbagai daerah tidak hanya menjadi tempat mendapatkan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan kemudahan dalam layanan kelistrikan.

"Di 107 lokasi KDKMP sudah dapat melakukan pembelian token listrik. Jadi warga kalau ingin membeli token listrik atau membayar rekening listrik bisa dilakukan di KDKMP. Ini merupakan kolaborasi yang dilakukan PLN untuk mendukung program pemerintah," katanya.

Manajer Koperasi Merah Putih Mia Ayu Minarti mengungkapkan masyarakat banyak yang berbelanja ke koperasinya. Adanya layanan kelistrikan ini sangat diminati warga, terlihat dari setiap hari koperasi bisa melayani puluhan transaksi layanan kelistrikan. Layanan yang dihadirkan oleh PLN ini praktis dan memudahkan warga.

"Untuk di sini masyarakat welcome ya untuk pembayaran listrik, dan kebetulan dari PLN mempunyai sistem yang sangat mempermudah segala administrasinya," katanya.

Lihat di situs asli

Berita terkait