REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia telah memenuhi seluruh persyaratan pelaporan terkait upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kata Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir. Hal ini disampaikan di tengah berlangsungnya fenomena kabut asap lintas batas yang melanda kawasan Asia Tenggara.
Pernyataan ini muncul setelah ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mengaktifkan Level 3, status siaga tertinggi untuk kabut asap lintas batas di selatan Asia Tenggara pada 26 Agustus lalu.
“Kami telah membagikan seluruh data operasional kami, termasuk langkah-langkah penanggulangan, kondisi di lapangan, dan perkembangan terkini,” ujar Nasir di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa kerangka kerja regional ASEAN, yang dikelola oleh ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC), menetapkan kewajiban pelaporan spesifik bagi negara-negara anggota yang terdampak kabut asap lintas batas. “Indonesia secara konsisten telah memenuhi semua persyaratan pelaporan tersebut,” tegasnya.
Operasi Pemadaman Skala Besar
Nasir mengatakan bahwa operasi pemadaman kebakaran skala besar telah membantu mengurangi jumlah titik panas harian di provinsi-provinsi yang terdampak. Hal ini terjadi meskipun kondisi cuaca masih terus menghambat upaya mitigasi.
“Laporan terbaru menunjukkan kemajuan nyata setiap harinya, dengan jumlah titik panas yang terus menurun. Data operasional terperinci tersedia dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” imbuh Nasir.
Upaya pemadaman kebakaran oleh Indonesia telah mendapatkan pengakuan dari negara-negara tetangga. Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, memuji operasi yang dilakukan Jakarta seraya menyatakan keprihatinannya atas kabut asap.
Meski demikian, Malaysia tetap menyerukan operasi lapangan yang lebih tegas. Hal ini didasari oleh memburuknya kualitas udara yang mengganggu aktivitas publik di perbatasan. Hasan menyatakan akan mengangkat isu kabut asap ini pada pertemuan para menteri luar negeri ASEAN menjelang KTT ke-49 blok tersebut di Manila pada November mendatang.
Singapura juga telah mengakui upaya pemadaman kebakaran yang dilakukan Indonesia dan menegaskan kembali kesiapannya untuk memberikan bantuan. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, mengatakan bahwa negara kota itu siap bergabung dalam kerja sama regional untuk memitigasi dampak kebakaran hutan dan lahan di seluruh ASEAN.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara