Nasional

Inklusi Asuransi Masih Rendah, Generali Tambah Jaringan Keagenan

  JAKARTA — Akses masyarakat Indonesia terhadap layanan asuransi masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring dengan rendahnya tingkat inklusi dibandingkan literasi perasuransian. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan...

26 Oktober 2026, pukul 08:30 WIB · dibaca 0 kali

 

JAKARTA — Akses masyarakat Indonesia terhadap layanan asuransi masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring dengan rendahnya tingkat inklusi dibandingkan literasi perasuransian. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi perasuransian mencapai 45,45 persen, sedangkan indeks inklusi baru sebesar 28,50 persen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia dalam memperluas jaringan distribusi melalui pembukaan kantor keagenan Generali Evergrow Agency di Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten. Kantor yang diresmikan pada Jumat (23/10/2026) itu diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap konsultasi keuangan dan layanan perlindungan asuransi.

Baca Juga

Presiden Direktur sekaligus CEO Generali Indonesia, Rebecca Tan, mengatakan pengembangan jaringan keagenan menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain menyediakan akses produk asuransi, kantor baru tersebut juga membuka peluang pengembangan tenaga pemasar atau konsultan keuangan profesional.

“Di momen 18 tahun kami bersama keluarga Indonesia, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat melalui jaringan distribusi yang lebih kuat dan mudah dijangkau,” kata Rebecca dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Menurut Rebecca, tenaga pemasar memiliki peran dalam membantu masyarakat memahami kebutuhan perlindungan dan merencanakan keuangan. Pengembangan jaringan keagenan juga diharapkan dapat memperluas edukasi asuransi di tengah kesenjangan antara tingkat literasi dan pemanfaatan produk perlindungan.

Pembukaan kantor keagenan baru tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan bisnis asuransi melalui kanal distribusi agen. Generali Indonesia mencatat penjualan bisnis baru melalui kanal keagenan meningkat 44 persen secara tahunan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didukung jaringan ribuan tenaga pemasar berlisensi yang menjadi salah satu kanal distribusi perusahaan. Generali menilai kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan dan perencanaan keuangan turut memengaruhi perkembangan bisnis keagenan.

Rebecca mengatakan, perluasan jaringan distribusi tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan bisnis perusahaan, tetapi juga akses masyarakat terhadap layanan konsultasi keuangan. Melalui tenaga pemasar, perusahaan berupaya menyediakan pendampingan dalam memilih perlindungan sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing.

Selain memperluas jaringan keagenan, Generali Indonesia mengembangkan produk asuransi jiwa berbasis syariah. Salah satunya GEN Syariah Perlindungan Aman yang menawarkan manfaat santunan asuransi, manfaat tambahan dalam kondisi tertentu, serta fitur wakaf.

Produk tersebut memiliki ketentuan pertumbuhan nilai santunan hingga 250 persen dan manfaat tambahan santunan sebesar 110 persen apabila peserta meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Perlindungan jiwa tersebut juga dapat dilengkapi asuransi tambahan kesehatan untuk penggantian biaya perawatan rumah sakit sesuai ketentuan polis.

Peresmian kantor Generali Evergrow Agency dihadiri jajaran manajemen perusahaan, termasuk Rebecca Tan, Direktur sekaligus Chief Agency Officer Jutany Japit, serta Chief Corporate Solution Officer Gilbert Deddy Naibaho. Sejumlah agen dan konsultan keuangan juga mengikuti kegiatan tersebut.

Rebecca menilai peningkatan akses terhadap asuransi perlu disertai pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan kebutuhan perlindungan. Perusahaan berharap perluasan jaringan keagenan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan konsultasi dan mempertimbangkan pilihan proteksi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Lihat di situs asli

Berita terkait