SEMARANG — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memastikan para prajuritnya akan terus terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di Kalimantan. Dia menyebut, saat ini lebih dari 18 ribu personel TNI AD terlibat dalam misi pemadaman karhutla di wilayah tersebut.
“Terus berjalan (upaya pemadaman karhutla). Sekarang kita mengerahkan, khusus Angkatan Darat ya, kurang lebih 18.989 personel di Kalimantan ini,” ungkap Tandyo kepada awak media seusai memimpin upacara pemakaman Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio (34 tahun) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga- Efek Karhutla, BPS: Ekonomi Kalimantan Tumbuh Terendah pada Kuartal III 2026
- Karhutla di Papua Masih Membara, Bupati Merauke: Ada Indikasi Hutan Sengaja Dibakar
- BNPB: Estimasi 3.560 Kematian Akibat Asap Karhutla Perlu Dikaji Lebih Lanjut
Nurhafiz merupakan satu dari tiga korban yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17V5 saat melaksanakan misi pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Menurut Tandyo, jumlah personel TNI AD yang terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di Kalimantan terbilang besar.
“Jadi sangat besar kita. Saya minta teman-teman wartawan juga bisa menyampaikan bahwa pemerintah menangani karhutla di sana sangat serius,” kata Tandyo.
Terkait bantuan asing untuk penanganan karhutla, Tandyo meminta agar hal itu ditanyakan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Apakah ada bantuan dari G to G, ini kewenangannya ada di kepala BNPB,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, dia menyampaikan belasungkawa atas tiga prajurit yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17V5. “Saya secara pribadi mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum, yang pertama Letnan Kolonel CPN Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz, dan satu lagi Sersan 1 Heri yang saat ini mungkin masih di dalam pesawat. Saya minta doanya mudah-mudahan bisa segera diangkat,” ucapnya.
Tandyo menyatakan mereka yang gugur adalah prajurit-prajurit terbaik. “Kemarin kita kehilangan tiga prajurit kita terbaik dalam penanganan kebakaran hutan di Kalimantan. Dan almarhum, tiga orang ini, sudah hampir dua bulan di sana,” kata dia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika