REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan listrik di Batam dan Bintan telah pulih sepenuhnya setelah mengalami gangguan pada 12 Oktober 2026. Namun, pemerintah masih menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab gangguan yang berdampak terhadap layanan kelistrikan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Tri Winarno mengatakan seluruh pasokan listrik di kedua wilayah tersebut telah kembali normal pada 15 Oktober 2026. Dia menegaskan pemulihan layanan menjadi prioritas sembari proses investigasi berlangsung.
Baca Juga- Fajar/Fikri Melaju ke Semifinal Denmark Open, Putri KW Terhenti
- Asap Karhutla Mulai Selimuti Wilayah Perairan Laut Jawa
- Fadli Zon Respons Pencabutan Rekomendasi Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur
“Clear sudah nyala semua 100 persen. Udah. Batam, Bintan, clear,” kata Tri saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Ia belum membeberkan penyebab gangguan tersebut karena proses investigasi masih berjalan. Menurut dia, hal terpenting ialah memastikan masyarakat kembali menikmati layanan listrik secepat mungkin.
“OTW, masih OTW hasil investigasi. Tapi yang penting secepat mungkin masyarakat bisa menikmati listrik kembali. Itulah yang penting. Sambil kita melakukan investigasi,” ujarnya.
Gangguan pasokan listrik di Batam juga mendapat perhatian Danantara Indonesia. Dalam pernyataan pada 14 Oktober 2026, Danantara menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PLN Batam sekaligus menegaskan komitmen untuk meningkatkan keandalan pasokan dan kualitas pelayanan kelistrikan.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan pihaknya akan mengambil langkah penguatan perusahaan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, kualitas pelayanan, serta respons terhadap kebutuhan pelanggan. Komitmen tersebut mencakup peningkatan layanan PLN Batam setelah gangguan pada 12 Oktober 2026.
“Atas nama Danantara Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN Batam atas ketidaknyamanan akibat gangguan pasokan listrik pada 12 Oktober 2026. Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha. Kebutuhan pelanggan menjadi perhatian utama kami, dan kami berkomitmen untuk mendukung PLN Batam dalam memberikan pelayanan yang semakin baik,” kata Dony dalam pernyataan tertulis, Rabu (14/10/2026).
Danantara juga menyatakan PLN Batam selanjutnya akan berada langsung di bawah Danantara Indonesia sebagai bagian dari transformasi dan pengembangan usaha. Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi perusahaan, meningkatkan kualitas layanan kelistrikan, serta memperkuat daya tarik investasi di Batam.
Dony menyebut PLN Batam memiliki peluang untuk berkembang seiring posisi Batam sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia dan tujuan investasi. Dia juga menyoroti model bisnis PLN Batam yang berjalan secara mandiri tanpa menerima subsidi maupun kompensasi dari pemerintah.
“Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan. Kami juga ingin PLN semakin siap mendukung kegiatan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia,” ujar Dony.
Danantara turut mengumumkan rencana penyegaran manajemen PLN untuk memperkuat kinerja PLN Group dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah tersebut diharapkan membuat perusahaan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Ikuti Whatsapp Channel Republika