REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong pembaruan Undang-Undang Kepemudaan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan nasional. Pemerintah menargetkan pembaruan regulasi tersebut dapat didorong pada 2027, menjelang peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
Erick mengatakan, Indonesia perlu mempersiapkan arah pembangunan kepemudaan yang lebih jelas agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan bagi perekonomian dan masa depan bangsa.
Baca Juga- Menpora Erick Sampaikan Salam dan Dukungan Presiden untuk Kontingen Indonesia di Asian Para Games
- Menpora Erick Thohir Lepas Kontingen Indonesia ke Asian Para Games 2026
- Buka Indonesian Padel League 2026, Menpora Erick Bangga Banyak Cabor Kembangkan Liga dan Timnas
“Bonus demografi yang kita alami saat ini harus benar-benar menjadi bonus secara nyata, bukan justru kontraproduktif dan menimbulkan berbagai permasalahan yang menghambat perkembangan bangsa,” kata Erick dalam konferensi pers di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut Erick, salah satu tantangan yang harus diantisipasi adalah kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi generasi muda. Karena itu, pembangunan kepemudaan tidak cukup hanya berfokus pada kegiatan organisasi, tetapi juga harus membuka kesempatan bagi anak muda untuk meningkatkan kemampuan dan berkontribusi terhadap perekonomian.
Kemenpora, kata dia, telah mendorong program magang bagi organisasi kepemudaan Cipayung Plus. Program tersebut diharapkan memberikan pengalaman di sektor ekonomi dan dunia usaha kepada para pemuda yang selama ini lebih banyak memperoleh pengalaman dalam pergerakan politik.
Pegadaian telah terlibat dalam program tersebut, sementara CIMB Niaga juga membuka kesempatan magang. Erick berharap semakin banyak perusahaan swasta yang ikut memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi.
“Kami ingin mendorong agar tokoh-tokoh pemuda ke depan tidak hanya memiliki perspektif politik, tetapi juga perspektif ekonomi,” ujarnya.
Selain program magang, Kemenpora menyiapkan Indonesia Youth Summit yang direncanakan berlangsung sekitar dua pekan setelah Asian Para Games. Pemerintah daerah telah melakukan seleksi terhadap sekitar 5.100 pemuda dan pemudi hingga terpilih kurang lebih 160 peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Para peserta akan menjalani kegiatan bersama dalam bentuk camp, diskusi, serta benchmarking dengan menghadirkan perwakilan pemuda dari Singapura. Mereka juga akan mengikuti lomba debat dan forum pidato yang membahas isu ekonomi hijau, kesetaraan gender, kesempatan yang setara, dan kesehatan mental.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika