TEL AVIV— Tiga pemuda Druze mengalami penyerangan di sebuah klub malam di Tel Aviv pada Sabtu malam. Mereka datang ke tempat tersebut untuk merayakan ulang tahun seorang teman.
Menurut ayah salah seorang korban, serangan itu terjadi karena mereka berbicara menggunakan bahasa Arab.
Baca Juga- Masih Ingat Wasiat Rasulullah SAW Melihat Orang yang Hidup di Bawah Kita? Ternyata Ini Rahasianya
- Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
- Pernahkah Anda Renungkan Akhir Ayat Alquran Ditutup dengan Irama yang Sama? Ini Rahasianya
Serangan tersebut menyebabkan seorang pemuda berusia 18 tahun mengalami luka sedang akibat tikaman.
Dalam empat bulan mendatang, pemuda itu dijadwalkan bergabung dengan militer Israel. Ia dibawa ke Rumah Sakit Ichilov di Tel Aviv dan menjalani operasi.
Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, insiden bermula dari adu mulut antara sejumlah pemuda di dalam klub yang terletak di Jalan Kibbutz Galuyot.
Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi perkelahian di area parkir luar gedung. Dalam perkelahian tersebut, seorang pemuda ditikam.
Menurut Channel 12 Israel, dikutip Aljazeera, Senin (26/10/2026), ayah korban mengatakan bahwa anak-anaknya diserang setelah sejumlah orang mendengar mereka berbicara bahasa Arab di dalam klub. Ia menjelaskan, anak-anaknya bahkan didorong ketika hendak keluar dari tempat tersebut.
״לא תדברו פה בערבית, עופו מהמדינה שלנו״: 2 חיילים דרוזים ומתגייס הותקפו באלימות קשה בת״א רק כי דיברו בערבית: אירוע חריג הלילה במועדון בתל אביב, 3 צעירים דרוזים, שנים מהם חיילים בסדיר והשלישי אמור להתגייס בקרוב, הותקפו באלימות קשה על ידי צעירים רק כי דיברו בניהם בשקט בערבית, על פי החשד הם ישבו ודיברו במועדון וקבוצת צעירים פנו אליהם והחלו להתווכח, תוך דקות הוויכוח הסלים לאלימות פיזית מחוץ למתחם שם נדקר הצעיר שאמור להתגייס והובהל לבית החולים עם דקירות בגופו וחבלות קשות. האירוע מסעיר כעת את הקהילה הדרוזית במיוחד בעוספיה מקום מגוריהם של הצעירים. והם דורשים צדק, ״בנתיים אף אחד לא נעצר, אנחנו לא נשתוק על זה״.
— daniel amram - דניאל עמרם (@danielamram3) October 24, 2026
Sang ayah menambahkan bahwa putranya berusaha menjelaskan identitas mereka kepada para penyerang.
“Anak saya mengatakan kepada mereka, ‘Kami orang Druze, dan ada dua tentara bersama saya di sini.’ Namun, karena logat Arabnya, mereka tidak memercayainya,” kata sang ayah.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika