Nasional

PAM Jaya Jadikan Pengelolaan Arsip Penopang Tata Kelola Perusahaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelolaan arsip menjadi salah satu fokus pembenahan tata kelola PAM Jaya untuk menjaga akuntabilitas perusahaan. Penataan dokumen secara sistematis diperlukan agar rekam jejak keputusan, kegiatan, dan proses...

15 Oktober 2026, pukul 16:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelolaan arsip menjadi salah satu fokus pembenahan tata kelola PAM Jaya untuk menjaga akuntabilitas perusahaan. Penataan dokumen secara sistematis diperlukan agar rekam jejak keputusan, kegiatan, dan proses bisnis dapat ditelusuri serta dipertanggungjawabkan.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pengelolaan arsip tidak hanya berkaitan dengan administrasi perusahaan. Dokumentasi yang tertib juga diperlukan untuk memastikan tersedianya informasi mengenai berbagai kegiatan dan keputusan perusahaan.

Baca Juga

“Bagi PAM Jaya, pengelolaan arsip bukan sekadar urusan administrasi, tetapi bagian penting dari tata kelola perusahaan yang baik,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).

Menurut Arief, pengelolaan arsip secara sistematis membantu perusahaan menjaga rekam jejak kegiatan dan proses pengambilan keputusan. Dokumen yang tersimpan dengan baik juga dapat digunakan sebagai dasar penelusuran informasi dan pertanggungjawaban perusahaan.

PAM Jaya berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan dokumen melalui penyelamatan, perlindungan, dan pelestarian arsip. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan informasi sekaligus mendukung ketertiban proses bisnis perusahaan.

Upaya pembenahan kearsipan tersebut memperoleh penilaian AA atau Sangat Memuaskan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Penilaian dilakukan pada Juni hingga Juli 2026 terhadap 15 badan usaha milik daerah (BUMD) di Jakarta.

PAM Jaya menjadi satu dari delapan BUMD yang menerima Penghargaan Gubernur DKI Jakarta Bidang Kearsipan 2026 dalam Festival Pustakarsa 2026. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator kualitas pengelolaan arsip yang telah dijalankan perusahaan.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga akuntabilitas, meningkatkan kualitas pengelolaan dokumen, dan memastikan setiap proses bisnis berjalan secara tertib serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Arief.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai pengelolaan arsip dan literasi memiliki peran penting dalam pembangunan Jakarta. Kemajuan kota, menurut dia, juga membutuhkan masyarakat yang memiliki akses terhadap pengetahuan, dokumentasi, dan informasi.

"Sebagai kota global, Jakarta tidak cukup hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi harus didukung masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, dan berbudaya. Literasi, kearsipan, dan sastra memiliki peran penting dalam membangun masyarakat tersebut,” kata Rano.

Festival Pustakarsa 2026 turut mengangkat konsep GLAM yang mencakup galeri, perpustakaan, arsip, dan museum. Konsep tersebut menekankan pentingnya pengelolaan dan pelestarian pengetahuan serta dokumentasi dalam kehidupan masyarakat.

Bagi PAM Jaya, pembenahan pengelolaan arsip diharapkan dapat menjaga ketertiban administrasi sekaligus mendukung transparansi perusahaan. Dokumentasi yang dapat ditelusuri menjadi salah satu kebutuhan dalam memastikan kegiatan dan keputusan perusahaan memiliki dasar pertanggungjawaban yang jelas.

Lihat di situs asli

Berita terkait