Nasional

Pekanbaru Diselimuti Asap, Kualitas Udara Berbahaya

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Provinsi Riau menjelaskan kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru.

25 Agustus 2026, pukul 01:26 WIB · dibaca 1 kali

Nasional Peristiwa Pekanbaru Diselimuti Asap, Kualitas Udara Berbahaya CNN Indonesia Selasa, 25 Agu 2026 08:26 WIB Bagikan: url telah tercopy Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Provinsi Riau menjelaskan kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru. ANTARA FOTO/FB Anggoro Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Provinsi Riau menjelaskan kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru.

Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Ranti Kurniati, Selasa, (25/8), jarak pandang di Pekanbaru sekitar 2 kilometer dengan kualitas udara berbahaya bagi kesehatan.

Ia menyampaikan bahwa jarak pandang tersebut berdasarkan pembaruan data sejak Senin (24/8) pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lihat Juga :Polda Sumsel Sebut 17 Tersangka Ditahan dalam Kasus Karhutla

Ranti menjelaskan, akibat asap tersebut kualitas udara di Kota Pekanbaru berdasarkan PM 2,5 sejak Selasa dini hari menyentuh level berbahaya. Angkanya sempat mencapai 508,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00 WIB.

Sementara itu, jumlah titik panas di Sumatera pada Senin (24/8) terpantau sebanyak2.193 titik. Terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 1.207 titik diikuti Provinsi Riau 393 titik.

Sisanya berada di Jambi (262), Lampung (138), Bangka Belitung (77), Kepulauan Riau (57), Bengkulu (19), Sumatera Utara (18), Sumatera Barat (13), dan Aceh (9).

Lihat Juga :Hanura Dorong Sanksi Tegas Pelaku Karhutla, Sorot Asap Sampai Malaysia

Untuk Provinsi Riau titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan yakni 153 titik diikuti Kabupaten Inderagiri Hilir (140). Sisanya di Bengkalis (32), Inderagiri Hulu (26), Kampar (12), Siak (6), Rokan Hulu (6), Kepulauan Meranti (3), Kota Pekanbaru (3), dan Kuantan Singingi (1).

Kebakaran lahan masih terjadi di Provinsi Riau dengan yang terbesar di Kabupaten Pelalawan seluas 700 hektare. Kemudian Inderagiri Hulu 471 hektare serta Inderagiri Hilir dan Kampar puluhan hektare.

(tim/mik) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait