Nasional

Petani Lombok Dikenalkan Biostimulan untuk Kurangi Pupuk Kimia

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Penggunaan biostimulan berbasis rumput laut mulai diperkenalkan kepada petani sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Perusahaan teknologi iklim asal Singapura, Zentide, mengklaim produk biostimulan...

13 Oktober 2026, pukul 09:37 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Penggunaan biostimulan berbasis rumput laut mulai diperkenalkan kepada petani sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Perusahaan teknologi iklim asal Singapura, Zentide, mengklaim produk biostimulan yang dikembangkannya mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen per musim berdasarkan hasil uji coba lapangan.

Zentide menyatakan telah melakukan lebih dari 150 uji coba lapangan terhadap produk Kaylix pada lebih dari 40 jenis tanaman hortikultura di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan pengujian tersebut, perusahaan juga melaporkan peningkatan hasil panen hingga 51 persen.

Baca Juga

Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil pengujian yang dilaporkan perusahaan. Efektivitas penggunaan biostimulan di lapangan dapat berbeda bergantung pada jenis tanaman, kondisi lahan, dan metode budi daya yang diterapkan petani.

Untuk memperluas penggunaan produk tersebut, Zentide menggelar pertemuan dengan 100 petani di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 25 September 2026. Kegiatan di UD Maju Tani itu diisi dengan edukasi mengenai manfaat dan cara penggunaan biostimulan dalam kegiatan pertanian.

Direktur Sales Zentide Ikra Nugraha mengatakan, perusahaan ingin memperluas penerapan praktik pertanian berkelanjutan melalui pengenalan teknologi kepada petani. Pertemuan di Lombok Tengah menjadi salah satu kegiatan perusahaan untuk menjangkau pengguna secara langsung.

“Untuk mencapai salah satu tujuan Zentide, yaitu membawa pertanian yang berkelanjutan kepada dunia, tentunya perlu dimulai dengan langkah awal. Event Big FM di Kateng, Praya Barat inilah salah satu wujud langkah awal tersebut. Dengan memulai bersama petani-petani di Lombok, semoga kami bisa meneruskan niat mulia kami sampai ke kancah global,” ujar Ikra dalam siaran pers, Selasa (13/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, petani memperoleh penjelasan mengenai penggunaan Kaylix yang dianjurkan perusahaan. Zentide juga mengadakan pengundian hadiah bagi peserta program promosi yang sebelumnya membeli produk tersebut melalui UD Maju Tani.

Hadiah yang disediakan meliputi mesin cuci, dispenser air, penyemprot tanaman elektrik, kompor gas, dan kipas angin. Panitia turut mengadakan permainan dart berhadiah bagi peserta pertemuan.

Zentide menargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta petani di 38 provinsi Indonesia pada 2030. Perusahaan ingin memperluas penerapan pertanian regeneratif yang dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia pertanian.

Kaylix merupakan biostimulan yang dikembangkan menggunakan bahan baku rumput laut tropis. Zentide menyatakan teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung kesehatan tanah dan produktivitas pertanian.

Perusahaan yang didukung pengembang usaha teknologi iklim 100x100 itu berfokus pada pengembangan biosolusi pertanian. Melalui perluasan penggunaan biostimulan, Zentide berupaya menjangkau pasar pertanian Indonesia dengan menawarkan alternatif pendukung budi daya tanaman.

Lihat di situs asli

Berita terkait