JAKARTA -- Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertagas tak sebatas seremonial dan “menggugurkan kewajiban” semata. Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas berkomitmen menjalankan program pemberdayaan masyarakat secara sistematis dan penuh inovasi. Alhasil, dampaknya pun sangat luas dan dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui berbagai program TJSL, Pertagas berkomitmen mendukung masyarakat yang tumbuh mandiri mulai dari pertanian yang lebih produktif dan pengelolaan modern, penguatan ekonomi desa, hingga inovasi ramah lingkungan yang menjawab tantangan perubahan iklim.
Komitmen Pertagas dalam membangun masyarakat desa yang mandiri mendapat pengakuan masyarakat dunia. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Pertagas memboyong 5 penghargaan kelas tertinggi kategori “Platinum”.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat pada Asian Impact Awards & CEPI Recognition 2026 and Exclusive 100 ESG Impact Leader yang diselenggarakan di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia menyampaikan “Dalam menjalankan investasi bisnis ke depan, kita juga perlu memastikan bahwa aspek lingkungan tetap menjadi prioritas. Keberlanjutan lingkungan merupakan bagian penting dalam menciptakan nilai dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.”
Direktur Utama Pertagas Indra Pehulisa Sembiring mendapat penghargaan dan masuk dalam jajaran "Exclusive 100 ESG Impact Leaders" untuk kategori "Executive ESG Impact Leader", dengan meraih predikat "Platinum Leader Performance". Sebuah penghargaan tertinggi untuk pimpinan perusahaan infrastruktur energi yang telah berperan penting dalam kemajuan masyarakat mandiri.
Dalam forum bergengsi ini, Pertagas juga berhasil memboyong 4 penghargaan internasional sekaligus semuanya kategori Platinum yakni Program Karya Darsa (PT Pertamina Gas Operation Kalimantan Area (OKA), Cakra Sembada (Pertamina Gas Operation East Java Area), Pina Lestari (PT Pertamina Gas Operation South Sumatera Area) dan Megamendung yang diinisiasi PT Pertamina Gas Operation West Java Area (OWJA).
Corporate Secretary Pertagas Sulthani Adil Mangatur mengatakan penghargaan ini merupakan apresiasi dan pengakuan dunia atas inovasi program TJSL yang dijalankan Pertagas secara konsisten sehingga memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina dan Pertamina Group, Pertagas berkomitmen terus mendukung cita-cita Pemerintah mewujudkan masyarakat desa yang mandiri sejalan dengan Asta Cita,” ujar Sulthani.
Melalui Program Karya Darsa, Pertagas berhasil memberdayakan masyarakat Desa Karyajaya, Kecamatan Samboja, Kalimantan Timur, melalui pendekatan berbasis ekologi yang mengintegrasikan pengelolaan pertanian berkelanjutan, pemerataan distribusi air, serta penguatan ekonomi masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan sekaligus membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, melalui Program Cakra Sembada, Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA) turut mendorong pengembangan greenhouse melon di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui penerapan praktik pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui Program Pina Lestari, Pertagas juga secara konsisten mendorong pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal. Program ini berhasil meningkatkan nilai tambah limbah daun nanas melalui inovasi pengembangan produk, sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang berpotensi membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan.
“Melalui Program Megamendung, Pertagas turut menjawab tantangan perubahan iklim yang berkaitan dengan isu energi, lingkungan, dan urbanisasi, yang juga berdampak pada keberlanjutan mata pencaharian masyarakat. Program ini diwujudkan melalui pengembangan biogas, pelestarian batik, pengelolaan limbah serta penguatan peternakan mandiri sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” imbuh Sulthani.
Lima penghargaan Platinum yang diboyong Pertagas menunjukkan komitmen kuat Perusahaan dan pimpinannya dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pertagas yakin keberhasilan program TJSL di masyarakat merupakan hasil kerja bersama serta kolaborasi dengan seluruh stakeholder terutama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Membangun Indonesia yang lebih makmur memang sejatinya dimulai dari masyarakat desa atau masyarakat pinggiran sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu “Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.”
Ikuti Whatsapp Channel Republika