REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asisten Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan mengatakan, operasional penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah, Arab Saudi, hingga saat ini tetap berjalan normal. Seiring perkembangan situasi di Riyadh, pihak bandara terus memantau kondisi operasional penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa.
“Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak melayani penerbangan langsung menuju Riyadh, Arab Saudi,” kata Yudistiawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga- Bandara Riyadh Ditutup, Kemenhub Pantau Penerbangan Transit
- Houthi Serang Bandara Riyadh, Waketum MUI Tegaskan Islam Melarang Kekerasan
- Situasi Riyadh Terkini, WNI Ungkap Warga Tetap Bekerja dan Beraktivitas
Meski demikian, penumpang tetap dapat melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Riyadh melalui penerbangan transit di kota lain. Bagi penumpang yang menggunakan penerbangan transit, ia mengimbau untuk memastikan status dan jadwal penerbangan lanjutan melalui maskapai masing-masing.
“Selain rute Riyadh, terdapat sejumlah penyesuaian jadwal dan frekuensi penerbangan menuju beberapa kota di Arab Saudi yang dilakukan oleh masing-masing maskapai,” tuturnya.
Berdasarkan informasi operasional yang diterima, Yudistiawan mengatakan bahwa Etihad Airways membatalkan penerbangan menuju Riyadh hingga 19 Oktober 2026 dan menuju Dammam hingga 15 Oktober 2026. Untuk rute Jeddah, frekuensi penerbangan Etihad Airways yang semula empat kali sehari disesuaikan menjadi dua kali sehari hingga 15 Oktober 2026, sedangkan penerbangan menuju Madinah tetap beroperasi.
“Emirates membatalkan seluruh penerbangan menuju Jeddah, Madinah, Riyadh, dan Dammam hingga waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.
Sementara itu, Oman Air membatalkan penerbangan menuju Riyadh hingga waktu yang belum ditentukan. Yudistiawan menyampaikan bahwa Qatar Airways juga masih membatalkan penerbangan menuju Riyadh hingga waktu yang belum ditentukan.
Ia mengatakan, frekuensi penerbangan menuju Jeddah mengalami penyesuaian dari semula delapan kali menjadi empat kali sehari, sedangkan penerbangan menuju Madinah tetap beroperasi. Kemudian, Saudia tetap mengoperasikan penerbangan menuju sejumlah kota di Arab Saudi, kecuali Riyadh yang penerbangannya masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.
“Penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju Arab Saudi diimbau untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai masing-masing, mengingat jadwal dan frekuensi penerbangan dapat berubah sesuai dengan kondisi operasional,” katanya.
Terkait operasional penerbangan umroh, berdasarkan data rencana operasional (pre-ops) Airport Operation Control Center (AOCC) untuk Selasa (13/10/2026), tercatat rencana 40 penerbangan kedatangan dan 39 penerbangan keberangkatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.629 penumpang diperkirakan merupakan jamaah umroh, yang terdiri atas 1.809 penumpang keberangkatan dan 1.820 penumpang kedatangan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan dengan baik. Yudistiawan menegaskan, keselamatan dan keamanan penerbangan serta kenyamanan pengguna jasa senantiasa menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan operasional.
“Calon penumpang diimbau memeriksa informasi dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara,” kata Yudistiawan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika