REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, mendorong pemerintah RI memperkuat penanganan karhutla sekaligus memastikan keselamatan dan perlindungan penumpang yang terdampak.
Baca Juga- 6 Sifat dan Amalan yang Pelakunya Dijanjikan Surga Oleh Allah SWT, Tetapi dengan Syarat..
- 6 Sifat Malaikat Jibril Ini Bantah Anggapan Kafir Quraisy tentang Kepalsuan Alquran
- 12 Kisah Singkat Ini Ungkap Cara Umar Bin Khattab Jauhkan Kepentingan Keluarga dari Kekuasaan
Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 1.813 penerbangan terdampak karhutla sejak 11 Agustus hingga 12 Oktober 2026.
Gangguan tersebut meliputi keterlambatan, pembatalan, pengalihan penerbangan, dan pesawat yang kembali ke bandara asal.
Zigo menyebut persoalan ini tidak boleh hanya dipandang sebagai gangguan jadwal penerbangan.
Kabut asap yang menurunkan jarak pandang juga menyangkut keselamatan transportasi udara, kepastian perjalanan masyarakat, serta dampak ekonomi bagi penumpang dan pelaku usaha.
“Keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas utama," kata Zigo dalam keterangannya pada Kamis (15/10/2026).
Namun, penanganan tidak boleh berhenti pada keputusan menunda atau membatalkan penerbangan. Pemerintah harus memastikan sumber gangguan ditangani secara serius agar dampaknya tidak terus berulang,”
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika