Nasional

Sepekan Berlalu, Polisi Belum Pecahkan Misteri Penemuan Mayat di Bangunan SPPG Kendal

REPUBLIKA.CO.ID, KENDAL — Polres Kendal belum memecahkan kasus dugaan pembunuhan terhadap Donna Nuzulul Aditya (29 tahun) yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terborgol di bangunan kosong yang akan dijadikan satuan pelayanan...

13 Oktober 2026, pukul 08:34 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, KENDAL — Polres Kendal belum memecahkan kasus dugaan pembunuhan terhadap Donna Nuzulul Aditya (29 tahun) yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terborgol di bangunan kosong yang akan dijadikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong. Saat ini penghimpunan keterangan saksi masih dilakukan.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengungkapkan, meski sudah berselang sepekan sejak penemuan jasad, pihaknya masih berusaha mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap Aditya. Lelaki tersebut telah teridentifikasi sebagai warga Kampung Karangsari RT 003/RW 003, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Baca Juga

“Penyidik masih bekerja. Sementara kita masih berupaya maksimal," ungkap Ratna lewat pesan singkat, Selasa (13/10/2026).

Dia menambahkan, pihaknya pun masih menghimpun keterangan saksi-saksi, termasuk warga sekitar dan pemilik bangunan yang menjadj TKP penemuan jasad Aditya. “Sudah sepuluh orang (diperiksa),” ujarnya.

Dalam keterangan sebelumnya, Ratna mengungkapkan, jasad Aditya ditemukan di lantai dua bangunan kosong di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, pada Selasa (6/10/2026) pagi. Bangunan tersebut ternyata sudah disewakan kepada pihak yang akan membuka SPPG.

Jasad Aditya ditemukan dalam kondisi tangan terborgol di terali jendela. Polisi kemudian membawa jasad tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk diautopsi.

“Dari hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Semarang, diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat adanya bekas luka yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul di bagian kepala. Selain itu, berdasarkan pemeriksaan, diperkirakan korban telah meninggal dunia sejak 5 hingga 10 hari yang lalu," ungkap AKBP Ratna dalam keterangan tertulis pada Rabu (7/10/2026).

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait