Nasional

Setia Bela Palestina, Pentolan Pink Floyd Sebut James Hetfield Metallica 'Bajingan'

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pentolan band psikedelik legendaris Pink Floyd, Roger Waters merasa jengah dengan vokalis Metallica James Hetfield dengan menyebutnya sebagai seorang musisi "sangat buruk" yang kurang memiliki rasa...

15 Oktober 2026, pukul 14:28 WIB · dibaca 3 kali

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pentolan band psikedelik legendaris Pink Floyd, Roger Waters merasa jengah dengan vokalis Metallica James Hetfield dengan menyebutnya sebagai seorang musisi "sangat buruk" yang kurang memiliki rasa empati. Waters bahkan menyebut Hetfield sebagai seorang 'bajingan'.

Hetfield viral gara-gara pernyataannya di sela konser Metallica di The Sphere, Las Vegas, Sabtu (10/10/2026) menegaskan sikap apolitis bandnya di hadapan ribuan penonton. Dia berkatan, "Metallica di sini tidak untuk, seperti beberapa penghibur lainnya, untuk memengaruhi anda dengan omong kosong mereka, Ok? Kami di sini untuk melupakan semua hal di luar sana."

Baca Juga

Pernyataan Hetfield itu pun menjadi bahasan utama dalam siniar Katie Halper di mana Waters menjadi tamu utamanya. Halper mengungkit kontradiksi pernyataan apolitis Hetfield, padahal sang vokalis-gitaris Metallica itu pernah menyatakan dukungan musiknya digunakan untuk menyiksa tahanan Irak.

"Bisakah kita berhenti membicarakan si bajingan ini?" Waters bertanya dalam siniar yang dikutip oleh Far Out Magazine, Kamis (15/10/2026).

"Saya sangat bosan dengan dia. Dia menunjukkan bahwa dia adalah seorang bajingan pol, Dia memiliki IQ sekitar tiga dan kenapa kita membicarakan dia saya jujur tidak tahu karena dia bukan siapa-siapa," kata Waters.

Waters melanjutkan, "Dia mungkin memiliki beberapa ratus dolar atau apapun, tapi dia adalah seorang bajingan, dan dia bukan musisi. Saya pernah mendengar mereka (Metallica) memainkan instrumen akustik, dan mereka tidak bisa. Mereka sangatlah buruk."

Waters yang dikenal sebagai penulis utama lagu-lagu legendaris Pink Floyd termasuk di album Dark Side of The Moon, menerangkan mengapa empati lebih penting ketimbang keteneran di level apapun.

"Memalukan bajingan ini tidak memiliki seseorang di sekitar dia untuk menjelaskan bahwa menjadi orang berempati jauh lebih penting daripada semua musik berisik itu dan aksi melompat-lompat dan apapun."

Waters mengakhiri siniar dengan seruan solidaritas Palestina, sebuah topik yang sering dia suarakan di berbagai platform-nya untuk menarik perhatian khalayak luas.

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait