Nasional

SUN Kembangkan Ekosistem Green Mining di Kaltim

JAKARTA – Industri pertambangan mulai menjajaki elektrifikasi untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel dan mengendalikan biaya operasional. SUN, penyedia solusi energi dan elektrifikasi, menyiapkan pengembangan pembangkit listrik berkapasitas...

4 November 2026, pukul 10:57 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA – Industri pertambangan mulai menjajaki elektrifikasi untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel dan mengendalikan biaya operasional. SUN, penyedia solusi energi dan elektrifikasi, menyiapkan pengembangan pembangkit listrik berkapasitas hingga 80 megawatt (MW), sistem penyimpanan baterai 160 megawatt hour (MWh), serta lebih dari 1.000 kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan pertambangan di Kalimantan Timur.

Pengembangan ekosistem pertambangan ramah lingkungan atau green mining tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 30 Oktober 2026. Proyek ini mengintegrasikan pembangkit energi terbarukan, penyimpanan baterai, infrastruktur pengisian daya, kendaraan listrik, hingga sistem pengelolaan armada.

Baca Juga

Director of Mobility SUN Karina Darmawan mengatakan, elektrifikasi semakin relevan bagi perusahaan tambang karena ketergantungan terhadap diesel menghadirkan tantangan biaya, distribusi, dan kepastian pasokan bahan bakar.

“Bagi industri pertambangan, elektrifikasi bukan lagi sekadar strategi keberlanjutan, tetapi keputusan bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Ketergantungan pada diesel menghadirkan tantangan biaya, distribusi, dan kepastian pasokan. Dengan teknologi yang semakin berkembang, perusahaan tambang kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola kebutuhan energinya secara lebih efisien dan andal,” ujar Karina dalam siaran pers, Rabu (4/11/2026) 

Dalam proyek tersebut, SUN menyiapkan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung di area void atau bekas galian tambang yang telah tergenang air. Pemanfaatan area tersebut diharapkan dapat menambah sumber energi terbarukan tanpa membutuhkan lahan baru.

Energi yang dihasilkan PLTS akan didukung sistem penyimpanan baterai atau battery energy storage system (BESS) berkapasitas 160 MWh. Sistem ini berfungsi menyimpan dan mengatur pasokan listrik sesuai kebutuhan operasional tambang.

Pada sektor transportasi, SUN menyiapkan ekspansi armada lebih dari 1.000 kendaraan listrik. Armada tersebut mencakup kendaraan operasional ringan hingga kendaraan pendukung logistik pertambangan.

Pengembangan ekosistem juga mencakup stasiun pengisian kendaraan listrik, fasilitas bengkel, layanan pemeliharaan, serta Fleet Management System untuk memantau dan mengelola penggunaan kendaraan.

Karina mengatakan, elektrifikasi pertambangan membutuhkan kesiapan seluruh infrastruktur pendukung, bukan sekadar mengganti kendaraan berbahan bakar diesel dengan kendaraan listrik.

“Elektrifikasi pertambangan bukan sekadar mengganti kendaraan diesel dengan kendaraan listrik. Yang terpenting adalah memastikan seluruh ekosistemnya siap, termasuk pasokan energi, charging station, workshop, maintenance, dan sistem pengelolaan armada,” jelasnya.

Persoalan investasi awal juga menjadi salah satu tantangan perusahaan tambang dalam mengadopsi teknologi tersebut. Untuk mengatasinya, SUN menawarkan model bisnis Electrification as a Service yang memungkinkan perusahaan menggunakan layanan elektrifikasi tanpa mengeluarkan belanja modal awal (upfront capital expenditure/CAPEX), sesuai cakupan layanan dan skema kerja sama.

Melalui model tersebut, SUN menyediakan layanan perencanaan, pembangunan infrastruktur, penyediaan teknologi, hingga pengelolaan dan pemeliharaan operasional. Perusahaan tambang dapat memanfaatkan layanan tersebut tanpa harus membangun seluruh infrastruktur elektrifikasi secara mandiri.

“Melalui model layanan tanpa investasi awal, kami ingin mempermudah pelanggan mengadopsi elektrifikasi sekaligus memberikan kepastian dukungan operasional. Implementasi ini menjadi langkah awal menuju pengembangan yang lebih besar, termasuk ekspansi lebih dari 1.000 kendaraan listrik,” kata Karina.

SUN menilai integrasi energi terbarukan, penyimpanan baterai, dan kendaraan listrik berpeluang mengurangi ketergantungan industri pertambangan terhadap distribusi bahan bakar diesel. Selain itu, pengelolaan energi dan armada secara terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan operasional tambang.

Lihat di situs asli

Berita terkait