REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Instianti Elyana, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri
Perkembangan ekonomi digital hari ini tidak sekadar mengubah cara kita bertransaksi, tetapi juga merombak total lanskap peluang usaha bagi generasi muda. Catatan Bank Indonesia yang menunjukkan tren pertumbuhan konsisten pada transaksi ekonomi dan keuangan digital menjadi bukti nyata betapa masifnya pergeseran perilaku masyarakat. Di era ini, memulai bisnis tidak lagi selalu membutuhkan modal fisik yang besar, melainkan kreativitas dan pemanfaatan platform digital secara tepat.
Baca Juga- Vixies Team UNM Pamerkan Prototipe Gim Nyamucalypse di YESIST12
- Prodi Manajemen UNM Tekankan Pentingnya Sikap Kritis Mahasiswa Hadapi AI
- UNM dan BatStateU Resmi Buka Program COIL Technopreneurship 2026
Namun, di tengah kemudahan akses teknologi dan media sosial, muncul satu pertanyaan mendasar: apakah kemudahan ini otomatis melahirkan wirausahawan yang berdaya saing?
Saya melihat bahwa tantangan terbesar anak muda saat ini bukan lagi terletak pada ada atau tidaknya teknologi, melainkan pada keberanian dan kesiapan pola pikir (mindset).
Kewirausahaan bukan sekadar persoalan mendirikan usaha atau menjual produk. Lebih dari itu, kewirausahaan adalah kemampuan melihat masalah di sekitar kita dan meraciknya menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi.
Teknologi memang memberikan ruang yang sangat luas bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide bisnis secara inovatif. Kendati demikian, antusiasme saja tidak cukup. Keberhasilan suatu bisnis yang berkelanjutan tetap bersandar pada pondasi ilmu manajemen yang kokoh. Tanpa perencanaan yang matang, strategi pemasaran yang tajam, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan pelanggan, sebuah bisnis akan sulit bertahan di tengah persaingan pasar yang sangat dinamis.
Sebagai insan akademis di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang mengusung identitas sebagai Kampus Digital Bisnis, kami menyadari pentingnya mengawinkan pemahaman manajemen konvensional dengan dinamika teknologi modern. Pembelajaran kewirausahaan tidak boleh berhenti sebagai teori di dalam kelas, melainkan harus membentuk karakter adaptif dan inovatif pada diri mahasiswa.
Generasi muda harus siap menghadapi era ekonomi berbasis digital dengan modal kepemimpinan, strategi, dan kepekaan sosial. Pada akhirnya, kemampuan beradaptasi dan keberanian berinovasi adalah kunci utama agar anak muda tidak hanya menjadi penonton di tengah gelombang digitalisasi, tetapi tampil sebagai pencipta peluang kerja dan penggerak ekonomi di masa depan.
Ikuti Whatsapp Channel Republika