Nasional

Umat Kristen Bernama Muhammad: Seperti Apa Kemajemukan Yordania yang Terkoyak Aksi Terorisme?

REPUBLIKA.CO.ID, Al-KARAK— Nama “Muhammad” yang disandang seorang dokter gigi Kristen, Muhammad Qassous, salah satu korban serangan di Desa Hammoud, Provinsi Al-Kara, Yordania, beberapa waktu lalu, bukanlah sesuatu yang asing...

26 Oktober 2026, pukul 08:56 WIB · dibaca 2 kali

REPUBLIKA.CO.ID, Al-KARAK— Nama “Muhammad” yang disandang seorang dokter gigi Kristen, Muhammad Qassous, salah satu korban serangan di Desa Hammoud, Provinsi Al-Kara, Yordania, beberapa waktu lalu, bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Yordania.

Demikian pula nama Abdullah, Khalid, dan Ali yang tidak hanya digunakan oleh umat Islam. Di negeri itu, hubungan sosial dan budaya antara pemeluk kedua agama telah terjalin erat selama beberapa generasi.

Baca Juga

Namun, serangan teroris yang menyasar Gereja Santo Georgius Ortodoks Yunani di Desa Hammoud, Provinsi Al-Karak, dan menewaskan sembilan orang dari komunitas Kristen, kembali mengangkat nama-nama tersebut ke permukaan.

Peristiwa itu membuka ruang bagi kisah-kisah kemanusiaan yang memperlihatkan eratnya hubungan antara umat Islam dan Kristen, melampaui perbedaan agama hingga menyentuh berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Menurut sumber di Departemen Status Sipil dan Paspor Yordania yang berbicara kepada Aljazeera, dikutip Senin (26/10/2026), lebih dari 10 orang Kristen di Yordania menyandang nama “Muhammad”.

Hal ini mungkin terdengar tidak lazim di luar negeri tersebut, tetapi dikenal di kalangan sejumlah keluarga Kristen Yordania, terutama di Provinsi Al-Karak.

Nama Muhammad

Kisah pemberian nama Muhammad kepada dokter Muhammad Qassous, yang tewas dalam serangan terhadap gereja di Desa Hammoud, memiliki dimensi pemikiran dan nasionalisme.

Hal ini dituturkan oleh kerabatnya, penulis asal Yordania, Shirin Qassous. Ia menegaskan bahwa pemilihan nama tersebut sejak kelahirannya bukanlah kebetulan dan tidak berkaitan dengan nazar tradisional, melainkan merupakan cerminan keyakinan ayahnya, Dr. Yusuf Auda Qassous.

Kepada Aljazeera, Shirin menjelaskan bahwa Yusuf Qassous merupakan salah satu pendiri Kota Zarqa dan salah seorang pendiri Partai Nasional Sosial Suriah.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait