Nasional

Calon Manajer Kopdes Meninggal, Anggota DPR: Kurangi Latihan Kemiliteran, Fokus Manajemen Koperasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, meminta evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan bagi peserta SPPI calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Evaluasi...

25 Juni 2026, pukul 05:08 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, meminta evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan bagi peserta SPPI calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Evaluasi perlu dilakukan menyusul meninggalnya dua peserta dalam kegiatan tersebut.

Menurut Hasanuddin aspek kesehatan peserta harus menjadi perhatian utama sebelum mengikuti pelatihan yang melibatkan aktivitas fisik. 

Baca Juga

“Yang satu karena sakit, yang kedua karena heat stroke. Jadi kalau menurut hemat saya harus dievaluasi, terutama mereka yang mau ikut pelatihan seperti itu harus dicek kesehatannya dengan baik sehingga mereka yang masuk kegiatan itu siap untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik dalam suasana yang panas sekalipun,” kata Hasanuddin, Rabu (24/6/2026).

Terkait pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer koperasi desa dan koperasi nelayan, Hasanuddin mengaku belum mengetahui secara rinci materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut. Karena itu, ia menilai perlu ada penelusuran lebih lanjut mengenai porsi materi yang berkaitan dengan unsur kemiliteran.

Menurutnya, pembentukan disiplin melalui kegiatan seperti baris-berbaris masih dapat dipahami selama sifatnya mendukung proses pembelajaran. Namun, substansi utama pelatihan tetap harus diarahkan pada peningkatan kapasitas pengelolaan koperasi.

“Iya, saya belum tahu materi pelajarannya. Ya, belum tahu itu. Nanti kita tanyakan, apakah itu hanya sebagian kecil, baris-berbaris, pakai helm dan sebagainya, lalu bawa senjata, nembak dan sebagainya, ya, atau, atau hanya itu. Tapi menurut hemat saya, ya belajar baris sih boleh-boleh saja untuk tata tertib ketika mau belajar. Tapi yang paling penting adalah belajar me-manage koperasi, itu yang paling penting,” katanya.

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait