Nasional

Gerakan Pilah Sampah Kurangi Sampah di Bantargebang 500 Ton per Hari

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan penurunan signifikan sampah rumah tangga dan di Bantargebang berkat gerakan pemilahan sampah.

31 Agustus 2026, pukul 20:00 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Gerakan Pilah Sampah Kurangi Sampah di Bantargebang 500 Ton per Hari CNN Indonesia Selasa, 01 Sep 2026 03:00 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan penurunan signifikan sampah rumah tangga dan di Bantargebang berkat gerakan pemilahan sampah. (CNN Indonesia/Febria Adha L) Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung umumkan adanya penurunan jumlah sampah rumah tangga dan di Bantargebang imbas gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber, Senin (31/8).

"Saya mendapatkan laporan bahwa adanya penurunan secara signifikan, yaitu jumlah sampah di rumah tangga dan juga di Bantargebang. Di Bantargebang sendiri ada penurunan kurang lebih 500 ton per hari," kata Pramono.

Hal ini ia sampaikan dalam acara Local Hero Indonesia Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Water Institute.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak gerakan pilah sampah dicanangkan pada 10 Mei tahun 2026, rumah tangga yang memilah sampah meningkat dari 5,31% menjadi 23,14%. Dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah pengelolaan sampah organik yang dulunya ada di 2.247 bank sampah, naik dari 1.046 ton menjadi 1.432 ton," lanjutnya.

Lihat Juga :Pramono Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Atasi Persoalan Sampah di Jakarta

Ia menyebutkan bahwa gerakan pilah sampah Jakarta sudah berjalan di arah yang tepat. Ia pun meminta Balai Kota menyediakan pembahasan tentang sampah setidaknya satu hari dalam seminggu serta tamu yang berkaitan dengan isu sampah untuk selalu diterima.

Kendati demikian Pram mengakui adanya kendala dalam pelaksanaan gerakan ini, seperti penimbunan sisa sampah swasta di tempat yang tidak semestinya hingga kendala di TPS 3R.

"Saya minta betul Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk penanganan ini enggak boleh setengah-setengah. Penanganan ini harus kadang-kadang memang kita harus keras, penanganan ini harus secara detail untuk diketahui," ujar Pramono.

Lihat Juga :Pramono Sebut Kini Jumlah Truk Sampah ke TPST Bantargebang Berkurang (mou/isn) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait